Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Sohibul: Anies Harus Terima Siapapun Wakilnya

Sabtu 04 Jan 2020 05:05 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Presiden PKS - Sohibul Iman.

Presiden PKS - Sohibul Iman.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
PKS membuka opsi akan mengajukan nama baru cawagub DKI Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyebut alotnya pembahasan pemilihan wakil gubernur terjadi di DPRD DKI. Jika DPRD telah menetapkan sosok yang menjadi wagub, Sohibul menegaskan Anies harus menerimanya.

Baca Juga

"Nanti kalau sudah berjalan Pak Anies harus terima siapapun yang jadi wakilnya. Ya kan dalam aturan undang-undang yang sekarang gubernur tidak punya hak untuk memilih," ujar Sohibul di Cipinang Melayu, Jakarta, Jumat (3/1).

Terkait proses pembahasannya dengan Gerindra, Sohibul menyebut komunikasi masih dilakukan. Sebab, sudah jadi kewajiban partai pengusung Anies untuk mengajukan dua nama calon wagub.

"Kewajiban parpol pengusung harus membawa dua cawagub, dari PKS sudah ada. Kemarin kita udh punya dua, tidak bergerak," ujar Sohibul.

Rencananya, PKS membuka opsi akan mengajukan nama baru cawagub DKI Jakarta. Namun, Sohibul masih enggan memberitahu siapa yang akan diajukan.

"Tunggu saja, yang penting kami ingin wagub yang bisa membantu Pak Anies menyelesaikan banjir," ujar Sohibul.

Kendati demikian, ia mengungkit janji Gerindra yang akan meyerahkan kursi wagub DKI kepada PKS. Sohibul berharap janji itu benar ditepati oleh partai berlambang kepala garuda itu.

"Ya kami berharap kelegawaan itu 100 persen. Tapi kan ada proses politik di DPRD dan Gerindra ikut terlibat di situ dan itu tidak mulus," ujar Sohibul.

Kursi wagub DKI kosong sejak Sandiaga Uno mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden, mendampingi Prabowo Subianto pada Agustus 2018. Mengingat dukungannya pada Pilkada 2017, PKS meminta agar posisi tersebut diberikan kepada kadernya.

PKS kemudian mengajukan dua nama untuk mengisi posisi tersebut, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Tetapi, pembahasannya di DPRD DKI Jakarta masih alot hingga kini.

Usai penyelenggaraan Pemilu 2019 selesai, Partai Gerindra juga mengajukan empat nama untuk mengisi posisi tersebut. Adapun empat nama tersebut ialah Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J Juliantono, Ketua DPP Gerindra Ahmad.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA