Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Mahasiswa UBSI Tanggap Bantu Korban Banjir Jakarta

Sabtu 04 Jan 2020 05:21 WIB

Red: Irwan Kelana

Mahasiswa UBSI membantu korban bencana banjir di Jakarta.

Mahasiswa UBSI membantu korban bencana banjir di Jakarta.

Foto: Dok UBSI
Aksi kemanusiaan itu dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Calandra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa  Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) turut serta membantu evakuasi warga korban bencana banjir yang menimpa kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta,  Rabu (1/1).

Aksi kemanusiaan itu dilakukan oleh mahasiswa UBSI yang tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pecinta alam dikenal sebagai Calandra dari UBSI Kampus Jatiwaringin Jakarta.

Hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat tujuh kelurahan dari empat kecamatan di Jakarta dilaporkan terendam banjir.

Ketujuh kelurahan itu adalah  Kelurahan Makasar, Kelurahan Pinang Ranti, Halim Perdana Kusuma, Kampung Melayu, Rorotan, Rawa Buaya, dan Manggarai Selatan. Selain di Jakarta, banjir juga melanda merendam sejumlah daerah di Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Lebak.

Sekitar 15 orang mahasiswa yang tergabung dalam UKM Calandra ini turut membantu evakuasi warga dan ikut membagikan bantuan berupa makanan serta air mineral.

Ikrima Ramadhani, selaku ketua Calandra menyebutkan bahwa membantu sesama merupakan kewajiban. “Tentunya ini juga sudah menjadi kewajiban kami untuk menolong, sebagai sesama manusia,” ujar Ikrima dalam rilis yang diterima republika.co.id.

Ikrima menyampaikan bahwa masyarakat sebaiknya lebih mengutamakan keselamatan jiwa dibanding harta benda. Selain itu,  lebih peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar tempat tinggal masing-masing.

photo
Tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Calandra.

Caranya, kata dia, dengan membuang sampah pada tempatnya, mengubur barang bekas tak terpakai, serta membuat selokan serapan air di depan pagar rumah atau biopori sigap terhadap segala sesuatu yang teradi di sekitar.

“Untuk korban banjir sebaiknya secepatnya memberikan informasi bahwa ada anggota keluarga lansia atau balita yang membutuhkan pertolongan segera, jika masih ada harta benda yang masih bisa diselamatkan bisa diamankan akan tetapi sebaiknya prioritaskan dulu untuk amankan jiwa anda sendiri dan kelarga daripada harta benda berharga. Serta Untuk ke depannya, lebih bisa menjaga kebersihan lingkungan dan mencintai alam sehingga alampun mencintai kita,” ungkapya.

Ia pun mengungkapkan bahwa bencana alam memang tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana itu terjadi. Bencana alam bisa menimpa siapapun, tidak memandang ras, suku, agama, gelar, jabatan dan harta. “Kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang berkewajiban membantu sesama yang militan agar kuat menghadapi cobaan bencana alam yang menimpa,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA