Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Pramono: Kasus Reynhard Coreng Wajah Indonesia

Rabu 08 Jan 2020 15:48 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita

Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga

Foto: EPA-EFE/GREATER MANCHESTER POLICE
Pemerintah Indonesia menghormati proses peradilan yang dilakukan di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung menilai kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga, WNI yang sedang menempuh studi di Inggris, telah mencoreng wajah bangsa Indonesia. Padahal, kata dia, wajah Indonesia selama ini dinilai sebagai bangsa yang memiliki etika ketimuran, sopan santun, serta saling menghargai.

Baca Juga

“Tentunya ini mau tidak mau, suka tidak suka, adalah mencoreng wajah kita. Padahal wajah kita, wajah bangsa Indonesia penuh etika ketimuran, sopan santun, menghargai, kemudian ada kasus ini, kita sungguh sedih,” ujar Pramono di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (8/1).

Pramono pun menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kasus yang dilakukan oleh Reynhard di Inggris. Ia juga mengaku terus mengikuti kasus sang predator seks itu.

“Kita prihatin karena korban yang jumlahnya ratusan itu, secara psikologis tentu juga sangat berat,” tambahnya.

Pemerintah Indonesia pun menghormati proses peradilan yang terbuka yang dilakukan oleh pengadilan Machester. Karena itu, pemerintah melalui KBRI di London juga diminta terus memantau proses pengadilan dan hukuman terhadap Reynhard.

“Untuk itu sekali lagi pemerintah dalam hal ini melalui KBRI yang ada di London, kita memantau dan kita mengingkan Reynhard mendapat pengadilan yang fair dan terbuka,” jelas Pramono.

Reynhard terbukti melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 pemerkosaan yang direkam melalui dua ponselnya. Polisi Inggris mengatakan masih ada 70 korban yang belum diidentifikasi dan diinvestigasi, bahkan diperkirakan pria berusia 36 tahun itu telah melakukan pelecehan seksual terhadap 195 orang dalam dua setengah tahun terakhir.

Pengadilan Manchester memvonisnya dengan hukuman kurungan penjara seumur hidup. Reynhard mendaftar untuk meraih gelar PhD dalam bidang geografi di Leeds University. Dia menulis tesis yang berjudul "Seksualitas dan transnasionalisme. Laki-laki gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester". Selain itu, dia kerap menulis esai seputar homoseksual. Beberapa di antaranya diterbitkan secara online.

Leeds University menangguhkan tesisnya setelah Reynhard ditangkap pada 2017. Kampus tersebut kemudian mengeluarkan Reynhard pada 2018, menyusul sidang perdana kasus tersebut. Sementara itu, Ayah Reynhard Sinaga, pelaku pemerkosaan di Inggris, akhirnya buka suara setelah putranya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Saibun Sinaga mengatakan, hukuman yang diberikan kepada anaknya sudah sesuai dengan tindak kejahatannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA