Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Kemendes Ingin Prioritaskan Digitalisasi Desa Perbatasan

Senin 13 Jan 2020 04:55 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang anggota Polsek Entikong memasang papan peringatan di lokasi jalan lintas negara yang mengalami retak akibat tanah longsor di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (26/12/2019).

Seorang anggota Polsek Entikong memasang papan peringatan di lokasi jalan lintas negara yang mengalami retak akibat tanah longsor di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (26/12/2019).

Foto: Antara/Agus Alfian
Jaringan telekomunikasi masih menjadi masalah di desa perbatasan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengunjungi Desa Temajuk yang berbatasan dengan Malaysia. Di dalam kunjungannya, ia mengakui bahwa jaringan telekomunikasi masih menjadi permasalahan.

Terkait hal tersebut, dirinya akan menindaklanjutinya, agar permasalahan signal bisa segera teratasi. "Sinyal belum ada, kita sudah kerjasama dengan Telkom. Tinggal kita tindak lanjuti. Karena saya tidak mau kepala desa maupun masyarakat desa punya HP, tapi gak ada signalnya," kata Abdul Halim Iskandar saat berada di Desa Temajuk, Sambas pada Sabtu (11/1).

Di dalam keterangannya, ia mengatakan di era digitalisasi ini semua kebutuhan dan informasi bisa dipenuhi dan diketahui oleh masyarakat. Namun, apabila tidak ada pendukung berupa jaringan internet, maka semua itu tidak ada gunanya.

"Kalau gak ada signal, itu gak ada gunanya. Makanya, untuk urusan signal ini itu menjadi urusan prioritas Kemendes, karena ini sangat penting untuk membuka informasi dan diera ini kita harus akui bahwa kita mengandalkan digitalisasi," kata dia.

Selain masalah signal, Abdul menuturkan harapan untuk perbanyak ekspor belum terpenuhi untuk daerah perbatasan. Padahal, daerah-daerah perbatasan memiliki banyak potensi.

"Oleh karena itu, target utama setelah pulang dari sini, saya akan terus koordinasikan dengan kementerian lain, bagaimana di Sambas terjadi percepatan produksi dalam keadaan sudah jadi (bukan mentah) untuk diekspor ke negara tetangga. Karena itu memang sangat penting," kata dia lagi.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA