Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Kapolda: Jangan Halangi Mahasiswa Papua untuk Belajar

Selasa 14 Jan 2020 18:24 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Irjen Pol Paulus Waterpauw

Irjen Pol Paulus Waterpauw

Polisi akan tindak tegas kelompok yang halangi mahasiswa Papua untuk lanjutkan studi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyesalkan terjadinya pengadangan terhadap mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan kuliahnya di berbagai kota di Indonesia. Pengadangan itu dinilai berdampak ke keamanan.

“Saya selaku kapolda dan putra asli Papua menyayangkan insiden tersebut karena akan berdampak kepada mahasiswa dan keamanan,” kata Irjen Pol Waterpauw di Jayapura, Selasa (14/1).

Mantan Kapolda Sumut itu berharap tidak ada lagi pengadangan kepada mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan studinya.

Baca Juga

"Jangan menghalangi mahasiswa yang ingin kembali melanjutkan pendidikannya mengingat akibat eksodus yang dilakukannya menyebabkan kuliah mereka terhambat," katanya.

Kapolda mengindikasikan bahwa mahasiswa yang menghalangi rekan-rekannya adalah mahasiswa yang sudah drop out (DO). Mereka berupaya mengajak rekan lainnya agar tidak kembali melanjutkan kuliah dengan berbagai alasan.

Waterpauw menambahkan akan menindak tegas kelompok yang menghalangi pemulangan mahasiswa ke tempat studinya.

Selain akan menindak tegas kelompok tersebut, pihaknya memprediksi pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua itu dapat menimbulkan masalah kamtibmas bila tidak segera ditangani serius.

“Mari seluruh tim kerja bekerja sama dengan sungguh-sungguh agar para mahasiswa dapat kembali menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” kata Paulus Waterpauw.

Penghadangan dialami mahasiswa yang hendak kembali ke berbagai kota studinya pada Sabtu (11/1) hingga menyebabkan 11 mahasiswa gagal berangkat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA