Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Polisi Ungkap Penyelundupan Sabu Lewat Dodol Duren

Selasa 14 Jan 2020 18:47 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Barang bukti sabu-sabu  (ilustrasi)

Barang bukti sabu-sabu (ilustrasi)

Foto: Antara/Basri Marzuki
Dalang yang mengendalikan penyelundupan narkoba adalah seorang napi.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Utara (Sulut) Polda mengungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 100 gram melalui pengiriman paket makanan.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulut Kombes Pol Eko Wagiyanto, di Manado, Selasa (14/1), mengatakan telah mengungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan mengamankan dua orang tersangka.

"Modus operandi yang berhasil diungkap adalah narkotika itu dikirim menggunakan salah sebuah jasa pengiriman barang dari Kalimantan ke Manado," kata Eko didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulut AKBP Merry Kaligis.

Ia mengatakan narkotika sabu-sabu itu dikirim bersama paket makanan dodol duren. "Sabu-sabu itu dikemas seperti dodol duren dan dimasukkan dalam paket makanan tersebut kemudian dikirim," katanya menambahkan.

Dalam kasus ini, lanjut Eko, kepolisian menangkap FP alias Aan, yang sedang mengambil paket kiriman tersebut.

Pada saat melakukan penggeledahan badan maupun barang bawaan itu, ditemukan dalam paket kiriman berupa sepuluh paket sedang dan satu paket kecil sabu-sabu yang beratnya sekitar 100 gram.

Dari penangkapan tersebut kemudian dilakukan pendalaman penyidikan dan dari pengembangan dilakukan. Kemudian terungkap yang menyuruh atau mengendalikannya adalah RA seorang narapidana yang berada di dalam Lapas Tumintong Manado.

Selanjutnya koordinasi atau kerja sama dengan pihak Lapas Manado, dan mengamankan tersangka RA.

Dari kasus ini terungkap adanya modus baru dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini, bahwa narkoba ini dikirim melalui bahan makanan.

Diduga nantinya sabu-sabu itu diedarkan atau dikendalikan oleh napi dari dalam Lapas yang mempunyai kurir berada di luar, bertransaksi melalui handphone. "Nantinya kurir yang akan meletakkan pada tempat yang ditentukan untuk diambil oleh pembelinya," katanya.

Dalam kasus ini petugas mengamankan barang bukti sepuluh kantong plastik bening sedang berisikan kristal sabu-sabu, satu kantong plastik bening kecil isi kristal sabu-sabu. Kemudian 183 buah plastik klip bening ukuran kecil, satu dos ukuran sedang, dua telepon genggam.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA