Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Anwar Ibrahim: Syiah Aliran Agama, Bukan Ancaman

Kamis 09 Jan 2020 12:55 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Anwar Ibrahim: Syiah Aliran Agama, Bukan Ancaman.

Anwar Ibrahim: Syiah Aliran Agama, Bukan Ancaman.

Foto: republika
Anwar Ibrahim tak setuju bila Syiah dikatakan sebagai ancaman.

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR -- Mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tak sependapat dengan ulama Islam yang menyebut bahwa orang-orang yang menganut Syiah adalah ancaman. Baginya, Syiah adalah aliran agama, bukan ancaman bagi umat Muslim secara global. 

Dilansir dari FMT News, Kamis (9/1), Anwar mengatakan bahwa Malaysia tidak sependapat dengan pandangan yang cenderung meremehkan tentang pengikut Syiah. Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang pengkhutbah atau ulama Arab Saudi Syekh Abdurrahman Ibrahim Al-Rubai'in, bahwa Syiah adalah ancaman. 

"Kami tidak mewakili pandangan semacam itu, tetapi kami, cenderung menunjukkan banyak toleransi," kata Anwar yang juga merupakan Presiden Persatuan Keadilan Rakyat (PKR). 

Baca Juga

Kendati demikian, dia menjabarkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman antara Islam Sunni dengan Islam Syiah. Namun begitu perbedaan tersebut bukanlah hal baru dan sudah merupakan bagian dari sejarah Islam. 

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini, Syekh Abdurrahman Ibrahim Al-Rubai'in menyebut Muslim Syiah sebagai ancaman yang bahaya bagi dunia Muslim. Dia mengatakan hal itu dalam sebuah konvensi yang diselenggarakan oleh kelompok pro-Saudi bahwa ajaran Syiah merupakan tantangan terbesar bagi umat Islam. 

Mantan presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur juga mengatakan tidak ada gunanya menyatukan Sunni dan Syiah. Keduanya adalah hal yang berbeda. 

Sementara itu Otoritas Islam Malaysia selama bertahun-tahun telah menegakkan sebuah fatwa yang menyatakan ajaran Syiah sebagai ajaran yang menyimpang.  Misalnya dengan merampok partai-partai yang sebagian besar menargetkan warga Syiah setempat selama upacara berkabung tahunan untuk Hussein, cucu Nabi Muhammad, yang merupakan tokoh sentral dalam Islam Syiah.

Adapun Islam Syiah adalah cabang Islam terbesar kedua yang sebagian besar diikuti di Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Lebanon dan beberapa bagian Arab Saudi, Yaman, dan Pakistan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA