Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Politikus PAN Nilai Partai Butuh Gebrakan

Rabu 15 Jan 2020 11:40 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Esthi Maharani

Partai Amanat Nasional

Partai Amanat Nasional

PAN butuh ketua umum yang tidak banyak atau bahkan tidak ada beban politik masa lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Andri W Kusuma menilai saat ini PAN membutuhkan gebrakan dan terobosan, terutama untuk menghadapi Pemilu 2024. Oleh karenanya, lanjut dia, untuk menghadapi Pemilu 2024, PAN butuh ketua umum yang tidak banyak atau bahkan tidak ada beban politik masa lalu.

"Penyegaran hanya bisa dilakukan dengan baik oleh Caketum yang tidak terlibat dalam pengurusan atau menjadi pengurus partai aktif di era sebelumnya, agar tidak terjadi konflik kepentingan,” kata Andri kepada wartawan, Rabu (15/1).

Terkait calon ketua umum, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sejumlah nama yang diisukan maju dalam kontestasi. Ia menyebut, sudah ada enam nama yang diisukan maju.

Keenamnya, yaitu mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (MenPAN-RB) Asman Abnur dan Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap.

Serta, Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua Fraksi PAN di DPR Hanafi Rais, dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajat Wibowo. Serta, Ketua Umum PAN saat ini, Zulkifli Hasan.

"Semua punya hak dan kewajiban yang sama dan semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menggembalikan PAN sebagai jati dirinya, membesarkan partai," ujar Eddy saat dikonfirmasi.

Ia enggan menyebut peluang terpilihnya enam nama tersebut sebagai Ketua Umum PAN. Sebab, semua nama yang maju memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kursi nomor satu di partai berlambang matahari putih itu. Yang jelas, kata Eddy, situasi internal PAN saat ini sedang dalam keadaan yang baik. Namun, ia tak memungkiri bahwa dinamika dapat terjadi jelang pemilihan ketua umum partai.

"Dinamika memang selalu ada, semua partai mengalami hal yang sama dan wajar, hal natural," ujar Eddy.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA