Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Wahyu Setiawan akan Hadir di Sidang DKPP

Rabu 15 Jan 2020 15:03 WIB

Red: Teguh Firmansyah

KPK menetapkan tersangka dan menahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

KPK menetapkan tersangka dan menahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Foto: Republika/Mardiah
Wahyu mengaku ingin menjelaskan dugaan pelanggaran kode etiknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner KPU terkena OTT KPK Wahyu Setiawan mengatakan tetap akan menghadiri sidang etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meski sudah mundur dari jabatannya. Ia mengaku ingin menjelaskan persoalan yang membelitnya.

"Intinya saya menghormati DKPP, saya punya niat baik untuk menjelaskan dugaan pelanggaran kode etik tentu saya punya itikad baik meskipun per tanggal 10 Januari 2020 saya bukan lagi anggota KPU RI," kata Wahyu Setiawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Sebelum memutuskan untuk menghadiri sidang etik DKPP itu, menurut Wahyu, ia sempat berdiskusi dengan penyidik KPK yang menangani kasusnya. "Dan penyidik juga memberi kesempatan kepada saya, silakan untuk hadir atau tidak hadir, tapi saya memilih untuk hadir," ungkapnya.

Sebelumnya, Plt Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad menyebut pemeriksaan etik terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan akan digelar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi, KPK menyetujui bahwa saudara WS (Wahyu Setiawan) ini untuk bisa dihadirkan dalam sidang DKPP pada hari ini pukul 14.00 WIB. Mengenai tempatnya karena pertimbangan KPK beberapa hal, misalnya, keamanan dan seterusnya, maka KPK dan DKPP setuju dan memutuskan untuk sidangnya dilaksanakan di KPK ini," tutur Muhammad.

Ia pun menyatakan bahwa pemeriksaan etik terhadap Wahyu tersebut akan berlangsung tertutup. "Itu menjadi diskusi kami ada beberapa pertimbangan. Mohon maaf dengan sangat menyesal teman-teman media kami nyatakan sidang tertutup, tetapi KPK mengizinkan untuk dilakukan live streaming. Nanti ada koordinasi teknisnya," ujar Muhammad.

Semua Komisioner Bawaslu sebagai pihak pengadu terlihat hadir. Sementara dari KPU yang terpantau hadir yakni Ketua Arief Budiman, dan komisioner, Pramono Ubaid Tanthowi, Viryan Azis, dan Evi Novida Ginting Manik.

Adapun Komisioner KPU Ilham Saputra pada Selasa (14/1) lalu telah menyampaikan bahwa dirinya berencana berangkat umrah pada Rabu 15 Januari 2020.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA