Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Caketum PAN: Penentuan Waktu dan Kongres Belum Resmi

Kamis 16 Jan 2020 09:11 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Mulfachri Harahap.

Mulfachri Harahap.

Foto: DPR
Caketum PAN Mulfachri mengatakan keputusan pelaksanaan kongres PAN belum resmi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap menyebut keputusan terkait pelaksanaan Kongres PAN yang disampaikan saat ini belum resmi. Keputusan yang dimaksud yakni terkait tempat dan waktu kongres.

"Sampai saat ini saya belum tahu jadwal defenitif dari pelaksanaan kongres, kalau pun ada yang mengatakan tanggal sekian, saya kira itu belum menjadi sebuah keputusan resmi," kata Mulfachri saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1).

Mulfachri mengatakan,  keputusan resmi dari jadwal kongres haruslah ditetapkan oleh mereka yang berhak. Dalam hal ini, yang berhak adalah steering committee (SC). Mulfachri menyebut, kepanitiaan SC belum terhentuk sampai hari ini.

"Kan teman teman tahu apa yang melatarbelakangi sampai hari ini SC belum terbentuk, ya doakan saja ya mudah mudahan Susunan SC dapat dilengkapi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kemudian SC bisa melakukan rapat rapat atu sekaligus menentukan kapan tanggal pelaksanaan kongres yang pasti," kata Wakil Ketua Umum PAN itu.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sempat disebut 'membawa kabur' palu sidang saat rapat penentuan kepanitiaan atau SC. Dari situ, sejumlah pihak menganggap, kepanitiaan kongres atau SC belum resmi dibentuk.

Di lain pihak, Zulkifli Hasan sendiri telah mengumumkan waktu pelaksanaan Kongres PAN. Ia menyebut, Kongres akan digelar pada 12 Februari 2019. Lokasi Kongres akan digelar di Kendari, Sulawesi Utara.

Sejumlah tokoh PAN diketahui telah menyatakan diri bakal berkontestasi dalam Kongres PAN. Tokoh itu di antaranya, Ketua Umum Pejawat Zulkifli Hasan, Mulfachri Harahap, Drajad Wibowo, Asman Abnur dan Bima Aria.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA