Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Ketua DPP PDIP: Bupati Boven Digoel Kader yang Baik

Kamis 16 Jan 2020 21:22 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Ketua DPP PDIP: Bupati Boven Digoel Kader yang Baik. Foto: Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat

Ketua DPP PDIP: Bupati Boven Digoel Kader yang Baik. Foto: Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Bupati Boven Digoel memiliki riwayat penyakit jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membenarkan status keanggotaan Benediktus Tambonop sebagai kader partai. Bupati Boven Digoel, Papua itu ditemukan meninggal dunia di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/1) subuh.

"Iya. Itu kader PDIP saya dapat info bahwa beliau punya riwayat jantung, sempat ikut rakernas dan kader yang baik," kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, Kamis (16/1).

Djarot mengaku terkejut mendengar kabar kepergian Benediktus di hotel Mercure. Djarot mengaku mengenal korban secara pribadi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, partai berlogo banteng moncong putih itu mengaku berduka atas kepergian kepala daerah tersebut.

Dia mengatakan, sejauh ini PDIP telah memberikan bantuan kepada korban dan keluarganya. Dia mengungkakan, partai telah membantu pemberangkatan pemulangan Benediktus ke Boven Digul.

Seperti diketahui, Bupati Boven Digoel, Papua, Benediktus Tambonop ditemukan meninggal dunia di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/1) subuh. Polisi menyebut, Benediktus meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menegaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap jasad Benediktus. Dari pemeriksaan itu, tegas Yusri, polisi tidak menemukan indikasi tindak kriminal di balik meninggalnya Benediktus.

"Tidak ada indikasi tindak kriminal, dalam pengecekan fisik tidak ada sama sekali," kata Yusri saat dikonfirmasi, Rabu (15/1).

Yusri mengungkapkan, kepolisian pun telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga dan rekan Benediktus. Berdasarkan keterangan keluarga, sambung dia, Benediktus memang memiliki riwayat penyakit jantung.

"Keluarga korban juga mengatakan memang ada riwayat penyakit yang bersangkutan. Pada saat disarankan autopsi pun keluarga korban menolak dan membuat pernyataan," ungkap Yusri.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA