Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Gerindra: PKS Jangan 'Genit' Soal Kunker Prabowo

Jumat 17 Jan 2020 14:40 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Gerindra mengatakan PKS tak perlu 'genit' soal kunker Menhan Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritisi kunjungan kerja luar negeri yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta PKS tak genit soal kunjungan tersebut.

"Iya (kunjungan kerja luar negeri) atas perintah presiden dan seizin presiden. Satu lagi, (PKS) jangan genit," ujar Dasco di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (17/1).

Selain sudah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo, kunjungan kerja luar negeri oleh Prabowo adalah bentuk peningkatan kerjasama antar negara. Khususnya di bidang pertahanan.

"Dalam rapat terbatas untuk meninjau meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan dengan negara-negara yang dikunjungi. Sekaligus kemudian melihat alat-alat pertahanan," ujar Dasco.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta Prabowo untuk meminimalisir kunjungan kerja ke luar negeri. Sebab ada beberapa kerjasama yang dinilainya tak terlalu berdampak bagi Indonesia.

"Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan pada publik secara transparan," ujar Mardani.

Ia juga meminta Prabowo tak menutup telinga terhadap kritik yang dilontarkan kepadanya. Karena sebagai pejabat publik sudah sepatutnya diawasi kinerjanya selama menjabat. "Semua pejabat publik mesti siap untuk mendapat pengawasan dari publik. Karena dana yang digunakan memang dana masyarakat," ujar Mardani.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA