Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Datang ke Dewan Pers, PDIP: Kami tidak Ancam Kebebasan Pers

Jumat 17 Jan 2020 13:50 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Tim Hukum PDIP tiba di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Jumat (17/1).

Tim Hukum PDIP tiba di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Jumat (17/1).

Foto: Febrianto Adi Saputro / Republika
Anggota tim hukum PDIP menegaskan pihaknya tidak mengancam kebebasan pers.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tim Hukum PDIP hari ini menyambangi Kantor Dewan Pers, Jakarta. Anggota Tim Hukum PDIP I Wayan Sudirta menegaskan kedatangan pihaknya ke Dewan Pers bukan untuk mengancam kebebasan pers.

"Saya datang ke sini untuk berkonsultasi agar langkah kami itu tepat, tepat dimata dewan pers, tepat di mata PDI, dan tepat di masyarakat supaya tidak ada sedikitpun yang kami kerjakan itu mengganggu kenyamanan semua pihak," kata kuasa hukum I Wayan Sudirta di kantor Dewan Pers, Jumat (17/1).

Wayan mengatakan PDIP tidak bermasalah dengan media mana pun. Meskpin PDIP merasa dirugikan dan dipojokan oleh pemberitaan atas peristiwa yang beberapa hari ini. "PDIP sangat dirugikan demikian rupa, tapi toh kami harus mengulang-ngulang, kami tidak sedang mengancam kebebasan pers karena PDIP ingin bersahabat dengan seluruh komponen pers," ujarnya.

Menurutnya kedatangan tim hukum PDIP pagi tadi dengan harapan media bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan khitahnya.  Sudirta mengatakan, tim hukum PDIP meminta jaminan kepada Dewan Pers agar pemberitaan yang ada selama ini tidak merugikan kepentingan publik, khususnya kepentingan publik di lingkungan anggota partai dari PDIP. Ia berharap agar tidak ada lagi berita bohong yang tidak terkonfirmasi.

"Kami merasakan kok konfirmasi ke kami ini sangat kering kalau dikatakan tidak. Padahal salah satu roh dan semangat pers agar berita berimbang adalah konfirmasi," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA