Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Pengamat: Amien tak Mau Ketum PAN Dijabat Orang Sama 2 Kali

Senin 20 Jan 2020 07:42 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/Nawir/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais.

Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais.

Foto: Republika/Prayogi
Amien Rais memberikan dukungannya kepada Mulfachri Harahap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tengah berupaya melanjutkan tradisi dalam kepemimpinan partainya. Menurut Ujang, Amien ingin agar PAN tak dipimpin oleh orang yang sama dua kali.

"Amien Rais tak mau ketum PAN dijabat dua kali oleh orang yang sama. Sekalipun, Zulhas itu besannya Amien Rais," kata Ujang saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (19/1).

Sepanjang sejarahnya, Ketua Umum PAN kerap dijabat oleh orang yang berbeda dalam setiap periodenya. Dalam melanjutkan tradisi itu, Amien pun selalu mendukung tokoh - tokoh yang berbeda dalam setiap kongres.

Pada kongres V tahun 2020 ini, Amien memberikan dukungan pada calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap, yang berkontestasi melawan pejawat Zulkifli Hasan. Padahal dalam Kongres IV sebelumnya, Amien memberikan dukungan pada Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, pada kongres PAN ke III tahun 2010, Soetrisno Bachir berkontestasi dengan Hatta Rajasa. Amien memberikan dukungan kepada Hatta. Hatta tepilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPP PAN.

"Amien Rais konsisten dengan regenerasi kepemimpinan PAN dengan satu periodenya," ujar Ujang Komarudin yang juga Pengajar Ilmu Politik di Universitas Al Azhar Indonesia.

Pengaruh Amien Rais sendiri dinilai masih besar di PAN. Ia merupakan pendiri, ketua Dewan Jehormatan, dan sekaligus juga sebagai pemilik saham PAN. Sehingga, lanjut Ujang, kader-kader PAN masih menunjukkah hormat pada Amien Rais.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno mengatakan, Amien seharusnya menjadi tokoh sentral dan menjadi penengah di antara calon-calon Ketua Umum PAN.

"Cukup Pak Amien Rais menurut saya sebagai penasehat spiritual kita. Karena nama yang maju itu kader terbaik PAN. Posisikan Pak Amien ini sebagai pengayom sebagai pelatih dan penasehat spiritual semua kandidat yang Tarung," kata Adi.

Menurut Adi, Amien sebagai tokoh sentral PAN harusnya berdiri di atas semua Calon Ketua Umum, bukan mendukung salah satunya. Bila Amien turut dalam kontestasi praktis, maka menurut Adi akan menimbulkan kecemburuan dari calon ketua umum lain yang tidak didukungnya.

"Jadi tidak ada penganaktirian salah satu kandidat didukung atau tidak didukung," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

Dinamika jelang kontestasi calon ketua umum PAN yang rencananya bakal digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 12 Februari 2020 terus memanas. Sejumlah tokoh PAN diketahui telah menyatakan diri bakal berkontestasi dalam Kongres PAN. Tokoh tersebut di antaranya, Ketua Umum Pejawat Zulkifli Hasan, Mulfachri Harahap, Drajad Wibowo, Asman Abnur dan Bima Arya.

Kuda hitam

Baca Juga

Peneliti The Habibie Center, Bawono Kumoro menilai persaingan dalam memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) akan berakhir mengejutkan. Pasalnya, nama mantan Menteri PanRB Asman Abnur berpotensi kuat meraih posisi tersebut.

Hal itu, kata ia, dapat terjadi mengingat persaingan yang terjadi antara pejawat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan calon yang didukung oleh Amien Rais, Mulfachri Harahap. Asman menjadi sosok tengah yang dapat dipilih dalam Kongres nanti.

"Kalkulasinya tidak akan sederhana, dan problem saat ini justru ada di Zulhas sebagai pejawat. Dengan kata lain, AA bisa menjadi kuda hitam yang bisa mengambil keuntungan seiring dinamika yang terus bergerak cair," ujar Bawono lewat keterangan tertulisnya, Ahad (19/1).

Selain itu, ia melihat potensi adanya merger antara Zulkifli dan Amien Rais. Karena Bawono menilai, hubungan kekeluargaan keduanya masih dianggapnya dekat.
"Saya masih meragukan persaingan antara Amien Rais dan Zulkifli Hasan, karena hubungan keluarga yang terlalu dekat," ujar Bawono.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA