Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Wapres Minta Menristek Tambah Alat Pengawet Makanan

Senin 20 Jan 2020 17:04 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro usai menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (20/1).

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro usai menemui Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (20/1).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Bambang mengakui harga alat irradiator gama atau pengawet makanan tidaklah murah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin memerintahkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menambah alat Irradiator Gamma. Ma'ruf kata Bambang, ingin agar teknologi pengawetan tersebut dikembangkan di berbagai daerah untuk meningkatkan produk makanan UKM dan hasil pertanian.

Hal ini juga tindaklanjut pasca pertemuan Wapres Ma'ruf dengan BATAN beberapa waktu lalu yang menyampaikan mengenai manfaat teknologi irradiator gama."Pak Wapres meminta kepada saya agar mendorong BATAN untuk menambah peralatan Irradiator Gama ini di berbagai tempat di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang menghasilkan produk pertanian dan perikanan sehingga mereka bisa menjaga daya tahan dari produk mereka,"ujar Bambang kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (20/1).

Bambang mengatakan, saat ini alat Irradiator Gama di Indonesia baru satu yang berada di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Serpong. Dengan hanya satu buah, Bambang mengatakan, kebutuhan untuk pengawetan dengan alat irradiator gama ini sangat terbatas.

Padahal keberadaan alat irradiator gama ini dibutuhkan oleh banyak produk makanan maupun hasil pertanian. Apalagi, tingkat pengawetan dari alat ini lebih tahan lama daripada produk yang tidak disinari Irradiator Gama tersebut.

"Melihat manfaatnya karena sekarang ini iradiator gama itu begitu sibuk menangani berbagai macam kebutuhan dari produsen makanan maupun pertanian untuk supaya bahan-bahannya menjadi lebihh tahan lama sehingga bisa diekpor maupun dijual ke berbagai tempat di Indonesia," ujar Bambang.

Karena itu, Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas itu akan meminta BATAN menambah peralatan Irradiator Gama ini di berbagai tempat di Indonesia. Khususnya, daerah-daerah yang menghasilkan produk pertanian dan perikanan guna menambah daya tahan produk-roduk tersebut.

"Saya mendorong mereka (BATAN) tidak harus bergantung kepada APBN, tetapi bisa bekerja sama langsung dengan Pemda atau dengan skema KPBU. Karena prospek bisnis dengan iradiator gama ini sangat bagus, itu inti pertemuan ini," ujar Bambang.

Bambang mengakui harga alat irradiator gama tidaklah murah. Namun demikian, ia menilai tidak menjadi masalah selama nilai manfaat alat tersebut jauh lebih besar.

"Menurut saya semahal-mahalnya alat, kalau ada potensi yang jauh lebih besar dari harganya ya bisa kita adakan, makanya tadi saya katakan skema tidak harus nunggu APBN tapi bisa bekerjasama dengan Pemda atau KPBU kerjasama dengan pemerintah dan badan usaha," katanya.

Nantinya, Bambang melihat lokasi-lokasi yang prospek alat Irradiator Gama adalah daerah-daerah dekat pelabuhan. Ia beralasan, pelabuhan merupakan lokasi lalu lintas produk produk makanan, pertanian maupun perikanan yang akan diekpor maupun dijual ke luar daerah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA