Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Ini ASN yang Bakal Dipindah ke Ibu Kota Baru 2024

Senin 20 Jan 2020 18:37 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Esthi Maharani

Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).

Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Pemerintah akan menanyakan kepada ASN yang bersangkutan terkait kesiapan pindah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan sedang mempersiapkan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke ibu kota negara (IKN) baru. Sebanyak 118 ribu ASN bakal pindah ke ibu kota negara (IKN) pada 2024 secara serentak.

"118 ribu yang usiaya (hingga) 2023 saat ini 45 tahun," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Kemenpan RB bakal menghitung dan memetakan jumlah dan kompetensi pegawai yang akan dipindahkan ke Kalimantan. Pihaknya juga akan menanyakan kepada ASN yang bersangkutan terkait kesiapannya pindah ke ibu kota baru.

"Di survei kesiapan yang tidak pensiun, seandainya dia enggak mau karena apa enggak maunya harus jelas dulu. Tetapi kan ini namanya penugasan, kan enggak mungkin enggak, 'saya maunya di kantor Jakarta', ya semua pindah ke sana kok. enggak bisa gitu lah," ungkapnya.

Ia menegaskan negara bakal menjamin biaya pemindahan PNS ke ibu kota baru. Namun ia belum menghitung berapa besaran yang akan ditanggung.

"Belum tahu (jumlah yang ditanggung), tugas kami hanya menata itu dulu," tuturnya.

Anggota Komisi II DPR fraksi PAN Guspardi Gaus menyampaikan bahwa memindahkan orang tidak sama seperti memidanhkan barang. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan.

"Pak menteri harus betul-betul arif dan bijaksana dalam menyikapi mana yang akan berangkat mana yang tidak, jangan dipolitisir dan sebagainya. Sehingga aman nyaman dan lain sebagainya," jelasnya

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA