Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Begini Cara Kerja Modifikasi Cuaca untuk Turunkan Hujan

Selasa 21 Jan 2020 04:19 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Musim hujan (Ilustrasi)

Musim hujan (Ilustrasi)

Foto: Pixnio
BPPT memodifikasi cuaca dengan menabur garam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan modifikasi cuaca untuk mencegah banjir. Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga 2 jam untuk reaksi penaburan garam atau NaCl hingga akhirnya turun hujan dalam proses modifikasi cuaca untuk penurunan hujan. Namun, semuanya tergantung kondisi awan.

"Reaksi penaburan NaCl bisa cepat atau bisa lambat tergantung kondisi awan yang ditabur," kata Kepala Bidang Pelayanan Teknologi BBTMC BPPT Sutrisno.

Sutrisno mengatakan awan itu mempunyai siklus dari bibit awan, membesar dan akhirnya menjadi hujan. Jika awan masih kecil saat ditabur garam, maka akan butuh waktu lebih lama untuk menjadi hujan.

Sebaliknya, jika awan yang ditaburi garam atau NaCl dalam kondisi yang sudah besar maka tidak beberapa lama akan turun menjadi hujan. Adapun indikator yang mempengaruhi proses cepat atau lambat turun hujan setelah penaburan garam adalah ukuran awan serta kondisi lingkungan di sekitar awan seperti kelembaban, temperatur, kecepatan angin dan "supply" massa udara.

Dalam pelaksanan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), cepatnya turun hujan setelah awan potensial ditaburi garam, jika kecepatan angin tidak terlalu kencang biasanya kurang dari 10 knot, kelembaban udara memadai, serta supply massa udaranya basah.

Garam atau NaCl berfungsi sebagai inti kondensasi. Butir-butir NaCl akan mengikat uap air dan akan mempercepat pembesaran butir-butir uap air melalui proses tumbukan dan penggabungan.

"Kalau ada bibit-bibit awan dengan lokasi berdekatan dan kita lakukan penyemaian dengan NaCL, maka awan tersebut akan saling membesar dan bergabung juga," kata Sutrisno.

Sejak 3 Januari 2020, BPPT bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memulai penanggulangan banjir di wilayah Jabodetabek dengan cara mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek melalui operasi TMC.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA