Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

PUPR Kembangkan 5 Zona Waterfront Labuan Bajo

Selasa 21 Jan 2020 13:44 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda

Sejumlah wisatawan mengabadikan suasanai matahari terbenam (sunset) di kawasan wisata Bukit Silvia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Minggu (19/1/2020).

Sejumlah wisatawan mengabadikan suasanai matahari terbenam (sunset) di kawasan wisata Bukit Silvia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Minggu (19/1/2020).

Foto: Antara Foto
Penataan kawasan waterfront Labuan Bajo untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan penataan kawasan waterfront Labuan Bajo untuk mendukung peningkatan jumlah dan lamanya kunjungan wisatawan. Terlebih, Labuan Bajo merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan eksplorasinya hingga ke Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dilakukan secara bertahap. "Lima penataan Zona Waterfront dimaksud kini akan memasuki tahap lelang  yang terdiri atas Zona A Bukit Pramuka, Zona B Kampung Air, Zona C Dermaga, Zona D kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona E Kampung Ujung," kata Basuki usai meninjau pembangunan infrastruktur Labuan Bajo, Senin (20/1). 

Dia memastikan seluruh pembangunan infrastruktur untuk Labuan Bajo harus selesai tahun 2020. Basuki mengatakan semua desain sudah selesai dan sudah mulai lelang pada Desember 2019 sehingga kegiatan konstruksi fisik dapat dimulai pada Februari-Maret lalu selesai akhir Desember 2020. 

Basuki menjelaskan penataan Waterfront Labuan Bajo di lima zona tersebut meliputi Pengembangan Zona A yang dilakukan dengan membangun promenade atau zona pejalan kaki. "Ini akan dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman, termasuk taman, kios-kios dan menara pandang di Bukit Pramuka," ujar Basuki. 

Penataan Zona B merupakan lanjutan pengerjaan yang telah dilakukan Kementerian PUPR di Kampung Air yang meliputi penataan ruang-ruang terbuka dengan tema Tangga Bajo. Selanjutnya pada Zona C akan dilakukan penataan Dermaga di kawasan sekitar Pelabuhan Petikemas Bajo yang akan dipindah ke wilayah Wae Klambu.

Selanjutnya Zona D, merupakan area komersial yang disebut dengan kawasan Pantai Marina yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Pada zona tersebut akan dilakukan penyelarasan trotoar dengan desain yang sama di sepanjang Jalan Soekarno Hatta Bawah.

Penataan Zona E merupakan pengembangan dari kawasan wisata kuliner Kampung Ujung yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR berupa deretan tenda untuk menjual makanan yang didesain berwarna putih dengan sistem knock-down. Pada kawasan tersebut, wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood di tepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk swafoto.

Untuk mendukung penataan Waterfront Labuan Bajo, Kementerian PUPR juga melakukan peningkatan jalan, penataan trotoar, dan drainase pada ruas Jalan Soekarno Hatta atas dan bawah, termasuk Jalan Pantai Pede. Di kawasan tersebut juga dilengkapi jalur pedestrian yang nyaman dengan desain artistik seperti pencahayaan dan street furniture dengan konsep walking distance.

"Ini destinasi wisata premium, jadi hasil kerja harus artistik, craftmanshipnya. Mudah-mudahan pada tahap dua akan lebih baik mulai dari penataan lansekap, lighting dan lain-lainnya," tutur Basuki. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA