Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Gubernur Papua dan Menpora Pastikan PON XX Sesuai Jadwal

Rabu 22 Jan 2020 02:23 WIB

Red: Bayu Hermawan

(Kiri-kanan) Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Menpora Zainuddin Amali, Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada Selasa (21/1).

(Kiri-kanan) Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Menpora Zainuddin Amali, Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada Selasa (21/1).

Foto: Republika/Ijal Rosikhul Ilmi
Gubernur Papua dan Menpora memastikan pelaksanaan PON XX akan sesuai jadwal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainuddin Amali dan Gubernur Papua Lukas Enembe memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, akan berlangsung sesuai jadwal yakni mulai 20 Oktober hingga 2 November. Persiapan di hampir semua lini seperti arena pertandingan, akomodasi, hingga keamanan telah matang.

"Kami sudah koordinasikan beberapa hal, sebagian besar sudah siap dan menyangkut venue juga tidak masalah. Seperti yang sudah disampaikan di Istana (Presiden) sebelumnya bahwa di bulan Maret dan Juli sudah siap, Maret yang dikerjakan dengan APBD sedangankan Juli yang dari APBN," kata Menpora Zainuddin setelah menerima Gubernur Papua Lukas Enembe di Jakarta, Selasa (21/1).

Gubernur Lukas menambahkan, kesiapan venue sudah mencapai tahap penyelesaikan akhir sedangkan untuk akomodasi dan penginapan selain wisma juga sudah dikoordinasikan dengan hotel-hotel lokal agar siap menerima tamu atlet beserta ofisial yang datang dari seluruh daerah di Indonesia. PON XX Papua akan diikuti sebanyak 6.200 atlet, ditambah ofisial diperkirakan jumlah tamu yang hadir menjadi sekitar 12.200. Angka tersebut belum termasuk dengan perangkat pertandingan, dewan wasit, dan tenaga pendukung lainnya.

"Selain wisma ada hotel juga. Kapasitas hotel bisa menampung sampai 60 persen. Kami juga akan optimalkan balai-balai diklat dan asrama untuk menampung atlet dan ofisial. Tidak perlu khawatir karena standar pelayanan diklat dan asrama itu minimal bintang tiga," kata Gubernur Lukas.

Untuk aspek transportasi, katanya, PB PON Papua memberikan transportasi gratis selama para atlet berada di Papua. Selain itu juga sudah disiapkan pula sebanyak 600 bus DAMRI dari berbagai ukuran untuk mendukung mobilisasi peserta PON XX.

Secara umum paling tidak ada tiga harapan utama Gubernur Lukas dalam pelaksanaan PON di Papua. Pertama, bisa mempererat persaudaraan nasional dari Sabang hingga Merauke. Kedua, warga daerah lain yang datang ke Papua tidak perlu khawatir dan merasa takut. Ketiga, kesuksesan PON Papua juga bisa menjadi cermin dalam kesuksesan persatuan NKRI.

"Tidak perlu takut kalau ke Papua. Wisatawan bisa datang ke banyak tempat di Papua, tapi rata-rata orang takut. Tidak ada yang perlu ditakutkan, anda silakan datang ke Papua dan nikmati keindahan alamnya, budayanya," kata Lukas.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA