Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Begal di Warteg

Rabu 22 Jan 2020 21:07 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bayu Hermawan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Pihak kepolisian telah mengetahui identitas pelaku begal di Warteg di Jaksel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus begal di wilayah Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Yusri menyebut, polisi pun sedang menyelidiki keberadaan ketiga pelaku begal tersebut.

"Dari opsnal Polres Jakarta Selatan kemarin sudah menyusuri, sudah olah TKP dan sudah mendapatkan CCTV yang ada dari situ (warteg)," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/1).

Selain itu, sambung Yusri, pihaknya akan berusaha segera menangkap para pelaku. Sebab, kata dia, polisi telah mengantongi identitas ketiga pelaku. "Mudah-mudahan secepatnya lah (tertangkap), ini dari tim opsnal sudah menyampaikan minta waktu karena identitas pelaku sudah kita kantongi," ujar Yusri.

Seperti diberitakan sebelumnya, video aksi pemerasan dengan menggunakan senjata tajam atau begal terjadi di wilayah Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (21/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam video tersebut peristiwa itu terjadi di sebuah warteg dan menyasar satu orang korban.

Dalam video tersebut terlihat tiga orang pelaku sedang berbincang di depan warteg. Kemudian dua di antaranya masuk ke dalam warteg dan mendekati seorang korban yang merupakan pengunjung warteg.

Salah satu pelaku yang mengenakan topi bahkan mengeluarkan sebilah celurit dan menggunakannya untuk mengancam korban. Sementara pelaku yang mengenakan kaos hijau mengambil paksa ponsel milik korban.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA