Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

Pesawat Pengangkut Air Diduga Jatuh di Australia

Kamis 23 Jan 2020 13:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Australia mencari pesawat tangki air yang dikhawatirkan jatuh saat perangi kebakaran hutan Australia. Ilustrasi.

Australia mencari pesawat tangki air yang dikhawatirkan jatuh saat perangi kebakaran hutan Australia. Ilustrasi.

Foto: Kelly Barnes/EPA-EFE
Australia mencari pesawat tangki air yang dikhawatirkan jatuh saat perangi kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Australia mencari sebuah pesawat tangki air yang dikhawatirkan telah jatuh saat memerangi kebakaran hutan, Kamis (23/1). Pejabat Dinas Pemadam Kebakaran mengatakan helikopter sedang mencari pesawat yang mungkin jatuh di wilayah Snowy Monaro di negara bagian New South Wales.

Belum ada kejelasan tentang proses pencarian dari pesawat tersebut. Namun, kebakaran yang mulai kembali membuat pencarian segera dilakukan.

Selain kehilangan pesawat yang mengaangkut tangki air untuk memadamkan kebakaran, Bandara Canberra pun terpaksa ditutup. Hal ini karena kebakaran hutan di dekatnya. Penduduk di selatan ibu kota Australia juga diminta mencari perlindungan.

Kebakaran baru mulai terjadi Rabu, tetapi angin kencang dan suhu tinggi menyebabkan kondisi di Canberra memburuk. Kebakaran kedua di dekat bandara yang dimulai pada Kamis pagi berada di level memantau dan bertindak.

"Kedatangan dan keberangkatan dipengaruhi oleh operasi pemadam kebakaran penerbangan," kata otoritas bandara melalui akun Twitter.

Kicauan lain dari polisi lalu lintas mengatakan api bergerak cepat dan ada banyak penutupan jalan di daerah tersebut. "Harap hindari area ini. Blok jalan lokal sudah tersedia," ujar anjuran tersebut.

Penduduk di beberapa pinggiran kota Canberra disarankan untuk mencari perlindungan dan yang lainnya diharapkan segera meninggalkan lokasi yang dekat dengan kebakaran. "Saya memiliki orang-orang yang sama-sama terlibat sebagai orang yang perlu dipindahkan dari area dan gedung kantor yang berpotensi dalam bahaya, dan juga orang-orang yang merupakan bagian dari upaya (Operasi) Bushfire Assist," ujar Menteri Pertahanan Angus Campbell.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA