Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Polri tak Lakukan Penyidikan Kasus Asabri Tanpa Audit BPK

Kamis 23 Jan 2020 18:23 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bayu Hermawan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
Polri belum melakukan penyidikan kasus Asabri karena menunggu hasil audit BPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri mengaku belum melakukan penyidikan terkait kasus dugaan penyelewengan dana di PT Asuransi Sosial ABRI (ASABRI). Polri masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta verifikasi dari internal.

"Kemarin memang sudah membentuk tim dari Bareskrim Polri untuk mengusut kasus ini tapi kami masih melakukan verifikasi untuk mencari informasi dan menunggu hasil audit dari BPK," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Argo menegaskan, Polri tidak akan melakukan penyidikan jika hasil audit dari BPK belum ada. "Penyidikan ya? kan belum. Kami belum penyidikan ya. Saat ini masih verifikasi untuk cari informasi," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan,  kasus hukum terkait asuransi Jiwasraya yang ditangani Kejaksaan Agung dan PT ASABRI yang ditangani kepolisian hingga kini masih terus berjalan. Namun, Mahfud meminta agar kedua kasus itu tak kemudian ditarik ke ranah perdata.

"Kalau sudah masuk ke ranah hukum pidana tentu tidak bisa dibelokkan ke perdata kalau memang ada unsur pidananya," kata Mahfud saat jumpa pers bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, jalur hukum pidana dan perdata tentu berbeda sehingga tak bisa sembarangan dialihkan, sehingga bila nantinya ditemukan unsur perdata dalam kasus Jiwasraya dan ASABRI maka unsur pidananya harus diselesaikan terlebih dahulu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA