Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Warga Indonesia tak Perlu Panik Soal Virus Corona

Jumat 24 Jan 2020 00:08 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Papdi Jaya Dr Ari Fahrial Syam.

Ketua Papdi Jaya Dr Ari Fahrial Syam.

Foto: UI
Jika berada di Indonesia dan tak bepergian ke China maka tak perlu khawatir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Indonesia diminta untuk tidak perlu panik mengenai adanya virus corona yang saat ini telah menyebar di China dan di beberapa negara lainnya. Terlebih, adanya berbagai kabar mengenai virus ini pun menyebar dan cenderung simpang siur mengenai penularannya.

Baca Juga

“Prinsipnya begini, kita jangan panik. Karena, kalaupun ada, sekarang sudah diantisipasi,” ujar dokter spesialis penyakit dalam RSCM, yang juga praktisi kesehatan, Prof dr Ari Fahrial Syam, kepada Republika.co.id, Kamis (23/1).

Pada Kamis ini, sebelumnya sempat viral sebuah informasi mengenai seseorang yang baru saja datang dari China dan mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Mendapati kabar itu, dia pun lalu dibawa ke rumah sakit karena dicurigai terkena virus corona. Alasannya, karena dia baru saja kembali dari negara sumber penularan.

Akan tetapi, jika berada di Indonesia dan tak bepergian ke China, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Ari juga mengatakan tidak perlu paranoid jika bertemu ular, yang diberitakan bahwa virus corona bisa tersebar dari ular. “Jadi enggak usah ikut paranoid. Kita kan ada di sini, bukan dari China,” jelas dia.

Antisipasi penyebaran virus itu juga telah dilakukan oleh pemerintah China. Setelah ditemukan kasus, Ari mengatakan, pemerintah China melakukan isolasi pada kotanya, di Wuhan.

Oleh sebab itu, hal yang perlu digalakkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona adalah mobilisasi warga yang bepergian dari dan ke China. Dia juga meminta pemerintah untuk mewaspadai orang-orang yang datang dari China, terlebih yang datang dari Wuhan, yang merupakan tempat sumber penularan utama.

“Untungnya, kita tidak ada penerbangan langsung dari Wuhan. Jadi masih bisa diantisipasi, dan jangan terlalu cemas,” ungkap Ari.

Sebelumnya, dilansir di laman //Mirror, korban kematian virus korona yang mematikan telah meningkat menjadi 25 kasus. Satu kasus ditemukan di Amerika Serikat.

Di AS, kasus itu ditemukan pada seorang lelaki berusia 30 tahun yang sebelumnya memiliki kondisi  baik-baik saja. Namun, setelah berlibur di kota China bagian tengah, dia mengalami sakit seperti flu. Kemungkinan, dia akan dilkirim dari Providence Regional Medical Center di Everett, Washington dalam waktu dekat.

“Tak satu pun dari orang-orang yang berhubungan dekat dengan pasien telah menunjukkan gejala penyakit seperti flu,” kata sekretaris kesehatan untuk Negara Bagian Washington, John Wiesman.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA