Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Bandara Hussein Pasang Alat Pendeteksi Suhu

Jumat 24 Jan 2020 06:55 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani

Penumpang menunjukkan gambar ilustrasi coronavirus pada ponselnya

Penumpang menunjukkan gambar ilustrasi coronavirus pada ponselnya

Foto: Alex PlavevskiEPA-EFE
Bandara Hussein Sastranegara memasang alat thermal scanner untuk cegah virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, melakukan pengetatan pengamanan seiring beredarnya wabah virus corona di sejumlah negara. Menurut Koordinator Posko Pelayanan Kesehatan Bandara Hussein Sastranegara, Amriyah Suci Nurani, saat ini bandara sudah memasang alat thermal scanner yang bisa mendeteksi suhu tinggi dari penumpang yang baru melakukan perjalanan luar negeri.

Menurut Amriyah, alat thermal scanner sendiri sebenarnya sudah dipasang sejak beberapa waktu yang lalu di pintu kedatangan internasional. Untuk meningkatkan pelayanan, pihak bandara menggunakan thermal scanner yang sudah diperbaharui yakni akhir  2017.

Amriyah menjelaskan, setiap penumpang dari perjalanan internasional akan dicek suhu badannya menggunakan thermal scanner. Apabila suhu badan mencapai 38 derajat celsius, maka akan diinvestigasi dan dibawa ke ruangan khusus untuk dicek lebih lanjut. Kalau setelah diperiksa gejalanya mengarah pada virus korona maka kami rujuk ke rumah sakit rujukan Jabar yaitu Hasan Sadikin (RSHS).

"Karena cuma di sana yang punya punya ruangan khusus penyakit karantina," ujar Amriyah di Bandara Hussein Sastranegara, Kamis (23/1).

Amriyah mengatakan, virus ini cukup berbahaya apabila masuk ke Indonesia. Karena langsung menyerang paru-paru dan bisa menyebabkan gagal napas. Tak hanya di Bandara Hussein, alat thermal scanner juga dipasang di Bandar Udara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Untuk bersiaga, Amriyah menyarankan penumpang yang baru melakukan perjalanan internasional atau berinteraksi dengan orang yang baru pulang dari negara Cina dalam masa 14 hari. Apabila merasakan demam dengan disertai sesak nafas,  segera memeriksakan diri ke puskemas terdekat.

"Sejauh ini tidak ada yang terdeteksi. Mudah-mudahan jangan sampai," katanya.

Perlu diketahui, virus misterius bernama 2019-nCoV telah menyebabkan wabah penyakit yang mirip pneumonia di Cina. Virus ini dilaporkan telah menyebar ke negara-negara lain seperti Thailand dan Jepang. Virus ini diketahui dari jenis coronavirus. Coronavirus ialah keluarga virus yang dapat menyebabkan gejala seperti Infeksi Sal Pernafasan atas yang ringan hingga severe acute respiratory syndrome (SARS).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA