Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Polisi: Perburuan Begal Warteg Ciledug Terkendala Netizen

Sabtu 25 Jan 2020 08:51 WIB

Red: Nur Aini

Pembegalan pengunjung warteg di Ciledug terekam CCTV.

Pembegalan pengunjung warteg di Ciledug terekam CCTV.

Foto: Tangkapan layar
Serangan netizen di Medsos dinilai membuat begal warteg Ciledug bersembunyi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan masih memburu tiga begal warteg di Ciledug Raya. Namun, perburuan begal itu dinilai terkendala pemberitaan yang masif dan serangan netizen lewat media sosial.

Baca Juga

"Kendalanya yang bersangkutan ini target kita, posisinya dia tahu sedang dicari polisi karena sosial medianya diserang sama netizen, dianya 'parno'-lah," kata Kanit Reskrim Polsek PesanggrahanIptu Fajrul Choirsaat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (25/1).

Fajrul menjelaskan, petunjuk-petunjuk yang mengarah ke pelaku sudah ada titik terang. Tapi karena pelaku "parno" diserang di media sosial oleh netizen, akhirnya melarikan diri.

"Karena banyak banget yang serang dia, baik dari media sosialnya, dari teleponnya," kata Fajrul.

Akibatnya, pihaknya harus melakukan penyelidikan ulang, lalu mengerucutkan satu per satu dan menanyai lagi keterangan saksi-saksi yang merupakan orang terdekat para pelaku. Pemberitaan yang masif lewat media arus utama juga menjadi salah satu kendala polisi untuk menangkap pelaku sehingga pelaku menghindari pengejaran polisi.

"Kalau memang sudah ditangkap, pasti dikabari. Kalau terlalu diekspos gini kan 'parno' dia, dia pasti mengucilkan diri. Dia pasti tahu pergerakannya ke orang-orang terdekat. Ini yang agak menyusahkan kita juga," kata Fajrul.

Polsek Pesanggrahan telah menetapkan tiga pelaku begal di Warteg Mamoka Bahari sebagai buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ketiga begal warteg Mamoka Bahari, yakni Heru Wahono (22 tahun) beralamat Jalan Jambu Nomor 7 RT 8/RW 15 Kecamatan Beji, Jawa Barat. Selanjutnya, Syadam Baskoro (22 tahun) beralamat Jalan H Sinda II Nomor 61 RT 10 RW 4, Kecamatan Beji, Jawa Barat.

Ahmad Firdaus (22) beralamat Jalan Srengseng Sawah RT 5/ RW 3, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dua dari tiga DPO begal warteg ini, yakni Heru dan Syadam merupakan residivis yang pernah ditangkap oleh Tim Krimum Polres Metro Jakarta Selatan pada bulan Februari 2019. Foto penangkapan Heru dan Syadam pada 2019 itu tersiar ke media sosial hingga viral karena diduga telah ditangkap usai melakukan pencurian dengan kekerasan di Warteg Mamoka Bahari.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama mengatakan dua pelaku begal yang terekam kamera CCTV tersebut pernah ditangkap oleh jajarannya karena kasus kriminal lainnya. Setelah identitas pelaku diketahui, polisi mendatangi rumah para pelaku begal tersebut namun tidak ditemukan.

Polisi masih memburu ketiga begal warteg yang masih dalam pelarian, lalu menerbitkan surat DPO agar ketiganya segera menyerahkan diri atau akan ditangkap dengan tindakan tegas. Peristiwa pembegalan terjadi Selasa (21/1) sekitar pukul 01.30 WIB di Warteg Mamoka Bahari, Jalan Ciledug Raya, RT 1/RW 1, Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Aksi pembegalan tersebut terekam kamera CCTV di Warteg Mamoka Bahari. Saat itu satu orang pembeli jadi sasaran begal ketiga pelaku.

Dalam rekaman CCTV itu, korban terlihat sedang makan di warteg. Pelaku sebanyak tiga orang datang dan langsung melakukan perampokan.

Salah satu pelaku mengacungkan celurit ke korban yang ketakutan lantas memberi ponsel miliknya kepada pelaku. Para pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan membawa kabur sebuah ponsel dan uang senilai Rp 950 ribu milik korban.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA