Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Ribuan Warga Mengungsi karena Banjir

Senin 27 Jan 2020 08:39 WIB

Red: Budi Raharjo

Foto udara kondisi banjir yang merendam Desa Gebangkerep, Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (26/1/2020).

Foto udara kondisi banjir yang merendam Desa Gebangkerep, Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (26/1/2020).

Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Hujan deras sepanjang akhir pekan lalu kembali menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Jumlah warga terdampak banjir dan yang mengungsi pun terus bertambah.

Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, ada sedikitnya 40.844 orang terdampak banjir di Kabupaten Bandung. Sebanyak 695 orang di antaranya terpaksa mengungsi.

"Yang terdampak banjir sebanyak 11.659 kepala keluarga (KK) atau 40.844 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo saat dihubungi Republika, Ahad (26/1). Warga mengungsi di sejumlah titik, antara lain di Aula Desa Dayeuhkolot dan di beberapa masjid.

Menurut catatan BPBD Provinsi Jawa Barat, warga terdampak banjir di Kabupaten Bandung pada Ahad (26/1) telah bertambah menjadi 60.055 jiwa karena meluasnya banjir yang terjadi sejak Kamis (23/1).

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Rancaekek sebanyak 17.998 kepala keluarga (KK). "Terdiri atas 60.055 jiwa," kata Budi di Bandung, kemarin.

Dia menuturkan, jumlah pengungsi di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang hingga Ahad siang mencapai 1.228 KK atau 3.395 jiwa, terdiri atas 169 lansia, 139 balita, 26 ibu hamil, 5 ibu menyusui, dan 1 difabel. Jumlah rumah warga dan fasilitas umum yang terendam di empat kecamatan itu juga bertambah, yakni menjadi 10.772 unit rumah, 411 sekolah, 57 tempat ibadah, dan 18 fasilitas umum lainnya.

Ketinggian air di sejumlah lokasi banjir mencapai 2 meter. Di Kecamatan Dayeuhkolot, tinggi muka air berkisar 10-200 cm dan di Kecamatan Baleendah TMA antara 20-200 cm.

Sebagian ruas jalan utama di Baleendah, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tidak bisa dilintasi kendaraan. Berdasarkan pantauan Republika, ada beberapa ruas jalan yang terendam, antara lain Jalan Moch Toha-Dayeuhkolot, Jalan Dayeuhkolot, Jalan Dayeuhkolot-Banjaran, Jalan Dayeuhkolot-Ciparay, dan Jalan Andir-Katapang.

Ketinggian air di jalan-jalan tersebut bervariasi, mulai dari 10 sentimeter (cm) hingga sepinggang orang dewasa. Akibatnya, kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan berat tidak bisa melintas. Sebagian warga yang memaksakan melintasi jalan terpaksa menggunakan perahu atau delman.

Baca Juga

photo
Seorang anak membawa tas melintasi genangan banjir di Jalan Katapang Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Ahad (26/11).


Ketinggian air di permukiman warga juga bervariasi, paling tinggi mencapai 2 meter. Salah seorang warga Kampung Jambatan, Somantri (49 tahun), mengaku sudah mengungsi di Gedung Inkanas sejak Jumat (24/1) bersama istri dan dua orang anaknya. Menurut dia, ketinggian air di Andir, Kampung Jambatan, mencapai 2 meter sehingga menenggelamkan rumahnya.

"Saya sudah tiga hari mengungsi sama istri dan anak-anak. Air (banjir) di rumah sampai 2 meter. Banjir bikin repot dan enggak bisa kerja," ujarnya ditemui di Baleendah, Ahad (26/1).

Ia berharap banjir segera surut agar bisa kembali ke rumah. Namun, menurut dia, banjir bisa cepat surut apabila tidak terjadi hujan di wilayah Baleendah atau di tempat lainnya. "Saya harap penanganan banjir bisa lebih baik. Kolam retensi di Baleendah enggak ada ngaruh-nya," katanya.

Warga lainnya, Ajat (29 tahun), menceritakan, ruas jalan terendam sejak Kamis (23/1) malam. Namun, sempat surut pada Jumat (24/1) siang dan kembali terendam. \"Dari hari Kamis (jalan) terputus tapi sempat surut Jumat pagi. Sore hujan lagi dan banjir kiriman dari Majalaya," ungkapnya.

Banjir juga melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota. Di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, warga pada Jumat (24/1) malam bahkan terpaksa mengungsi. Ada ratusan warga yang mengungsi di Gereja Trinitas, Kelurahan Cengkareng Barat.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Mursidin mengatakan, jumlah pengungsi mencapai 206 jiwa. Mereka terdiri atas 99 orang dewasa, 59 anak, 26 balita, dan 22 lansia. Mereka mengungsi karena meluapnya Kali Apuran yang melintasi wilayah Cengkareng Barat.

Di Pekalongan, Jawa Tengah, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung sepanjang Sabtu (25/1) sore hingga malam hari, mengakibatkan banjir di sebagian wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan sebagian Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Banjir memaksa ribuan warga terdampak di dua daerah ini harus dievakuasi ke tempat pengungsian. Hingga Ahad (26/1) pagi, sejumlah kawasan terdampak masih tergenang dengan ketinggian air berkisar 20 cm hingga 1 meter.

Kondisi itu membuat aktivitas warga belum sepenuhnya pulih. Sebagian warga juga belum kembali ke rumahnya masing-masing dan memilih bertahan di pengungsian sementara, seperti di mushala, masjid, hingga gedung sekolah.

Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan, jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian mencapai ratusan jiwa, yang tersebar di sejumlah wilayah di Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Timur. “Proses evakuasi warga yang terdampak banjir berlangsung hingga Ahad dini hari, oleh tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh BPBD Kota Pekalongan,” kata Kepala BPBD Kota Pekalongan Samintha.

Kendati banjir di sebagian wilayah mulai surut, BPBD setempat mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama apabila debit air di sejumlah sungai kembali meningkat. “Sedangkan, untuk logistik kebutuhan dasar bagi para pengungsi banjir di Kota Pekalongan ini telah disiapkan dan bahkan kami pastikan juga tercukupi,” kata dia. n rr laeny sulistyawati/muhamma fauzi ridwan/mabruroh/bowo pribadi/antara ed: satria kartika

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA