Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimal Cegah Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 18:37 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Ketua DPR RI Puan Maharani

Ketua DPR RI Puan Maharani

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Ketua DPR meminta pemerintah tingkatkan kewaspadaan terkait virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Puan Maharani mengomentari terkait penyebaran virus corona yang meluas dan menimbulkan ke khawatiran di masyarakat. Puan mendesak agar pemerintah segera meningkatkan kewaspadaan.

"DPR meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan, tidak bertindak bussines as usual terhadap isu virus ini. Upaya pencegahan harus dimaksimalkan, termasuk memastikan persiapan maksimal alat dan tenaga medis kita," katanya, Senin (27/1).

Puan berpandangan, untuk mengatasi kesimpangsiuran informasi, kementerian kesehatan perlu membuat pernyataan tentang data sebenarnya, sekaligus juga diharapkan memberi keyakinan dengan menunjukkan pada masyarakat bahwa pemerintah bekerja untuk mencegah masuknya virus corona.

"Kementerian kesehatan bersama instansi terkait perlu menjelaskan protokol-protokol pencegahan virus corona masuk ke wilayah RI serta penanggulangannya bila virus itu sudah masuk ke wilayah RI," ujarnya.

Puan juga meminta masyarakat untuk tidak panik. Masyarakat harus mengikuti prosedur pencegahan dan penanganan yang disarankan petugas kesehatan. "Pemerintah harus segera menyusun dan mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan virus corona ke pemda-pemda sesuai protokol pencegahan dan penanganan nasional, mengingat banyaknya warga/turis dari negara-negara yang sudah mengidentifikasi kasus virus Corona, yang masuk ke daerah-daerah," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya antisipasi terharap penyebaran virus corona di Indonesia. Jokowi mengatakan, pengawasan lebih ketat dilakukan di pintu-pintu kedatangan penumpang pesawat dari China. Meski begitu, Jokowi mengaku bahwa langkah ini bukan perkara mudah.

"Ini bukan sesuatu yang mudah karena pada masa inkubasi itu panas kadang-kadang tidak bisa terdeteksi dengan scanner yang kita miliki, semua negara juga mengalami hal yang sama. Yang paling penting hati-hati, waspada, terhadap gejala yang ada," jelas Presiden Jokowi usai memimpin rapat terbatas di PT PAL Indonesia, Senin (27/1).

Berdasarkan catatan Pemerintah China, jumlah orang yang meninggal di China oleh virus Corona telah meningkat menjadi 80 orang, dengan hampir 3.000 orang dinyatakan terinfeksi. Kota Wuhan di provinsi Hubei yang merupakan sumber wabah, sedang diisolasi dan beberapa kota memberlakukan larangan perjalanan.

Seperti dilansir BBC, pejabat departemen kesehatan setempat mengatakan pada Senin (27/1) bahwa jumlah kematian di Provinsi Hubei telah meningkat dari 56 menjadi 76 orang. Empat kematian terdeteksi di tempat lain. Jumlah keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di China adalah 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 orang sakit parah.

Sebanyak 41 kasus lainnya telah dikonfirmasi di luar negeri, termasuk di Thailand, Amerika Serikat, dan Australia. Tidak ada kematian di luar China. Virus Corona menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut yang parah dan tidak ada obat atau vaksin khusus. Sebagian besar kematian melibatkan orang tua atau mereka yang memiliki masalah pernapasan sebelumnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA