Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Wishnutama tak Masalahkan Imbauan Perjalanan ke China

Senin 27 Jan 2020 18:53 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah wisatawan asal China tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Ahad (26/1).

Sejumlah wisatawan asal China tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Ahad (26/1).

Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Indonesia tidak cuma membidik potensi wisatawan dari China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama tak menganggap masalah jika Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan perjalanan atau travel advice ke China untuk mengantisipasi virus corona baru dari Wuhan (2019-nCoV). Meskipun imbauan tersebut dikeluarkan, ia yakin tidak akan berpengaruh ke jumlah wisatawan asing di Indonesia.

“Tidak tergantung dari China saja. Banyak potensi lain terutama yang jarak jauh,” kata Wishnutama usai menghadiri rapat koordinasi antisipasi virus corona di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (27/1).

Dia menjelaskan potensi turis yang masih memiliki prospek yang positif bisa berasal dari Amerika Serikat (AS), Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Dia menjelaskan untuk pariwisata akan mencari potensi dari negara lain selama antisipasi virus corona.

“Pariwisata kita tidak boleh fokus kepada satu negara saja. Strategi kita juga wisatawan yang berkualitas,” tutur Wishnutama.

Meskipun begitu, Wishnutama menegaskan tidak ada pelarangan turis China ke Indonesia. Hanya saja, kata dia, Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan khusus dari dan ke Provinsi Hubei dan Kota Wuhan.

“Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) secara umum mengeluarkan status kuning (hati-hati) di China tapi untuk Wuhan itu merah,” ungkap Wishnutama.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh stakeholder transportasi untuk melakukan upaya-upaya antisipasi pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia. Khususnya, kata Budi, antisipasi di sektor udara dan laut untuk memerhatikan perkembangan virus corona.

“Harus ada tindakan melakukan upaya preventif yang lebih intensif,” tutur Budi. Budi mengatakan upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh para operator sektor transportasi udara dan laut yaitu melakukan pemantauan dan pemeriksaan penumpang hingga kru. Khususnya, dari tujuan asal negeri China, melakukan koordinasi intensif dengan para stakeholder khusus Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP).

“Ini agar petugas di bandara dan pelabuhan internasional yang dilalui penumpang dari tujuan asal negeri China diharapkan menggunakan masker,” ungkap Budi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA