Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

TKA Cina Dilarang Masuk Sulteng untuk Cegah Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 19:24 WIB

Red: Bayu Hermawan

 Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona.

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona.

Foto: chinatopix via AP
Pemprov Sulteng melarang TKA Cina masuk dan bekerja pascamewabahnya virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melarang tenaga kerja asing (TKA) asal Cina untuk masuk dan bekerja di perusahaan-perusahaan di wilayah Sulteng untuk sementara waktu. Hal itu diambil untuk mencegah potensi penyebaran wabah virus corona, khususnya dari TKA Cina yang baru datang ke Sulteng.

"Sifatnya wajib dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan TKA China hingga batas waktu yang belum ditentukan," tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Arnold Firdaus di Kantor Disnakertrans Sulteng, Palu, Senin (27/1).

Arnold tidak ingin mengambil risiko dengan tetap mengizinkan TKA Cina masuk dan bekerja di Sulteng sementara negara Cina tengah dilanda wabah virus corona. Arnold juga mengatakan Pemprov Sulteng akan segera mengeluarkan edaran tentang kebijakan tersebut.

"Kami secepatnya akan mengeluarkan surat edaran melarang TKA Cina masuk dan bekerja di Sulteng dan melarang perusahaan-perusahaan di Sulteng mendatangkan TKA Cina untuk sementara waktu," ujarnya.

Selain itu, Disnakertrans, lanjutnya juga terus berkoordinasi dengan Kantor Imgrasi Palu terkait pengawasan keluar masuknya TKA Cina agar pihaknya tidak kecolongan.

"Direksi PT. IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) di Kabupaten Morowali yang mempekerjakan sekitar 5.390 TKA China sudah melarang keluar masuk TKA China. Sejak November sudah ada larangan memasukkan TKA dari China," katanya.

Di Sulteng, TKA China bekerja di sejumlah perusahaan di Kota Palu dan Kabupaten Morowali.

Seperti diketahui, berdasarkan catatan Pemerintah China, jumlah orang yang meninggal di China oleh virus Corona telah meningkat menjadi 80 orang, dengan hampir 3.000 orang dinyatakan terinfeksi. Kota Wuhan di provinsi Hubei yang merupakan sumber wabah, sedang diisolasi dan beberapa kota memberlakukan larangan perjalanan.

Seperti dilansir BBC, pejabat departemen kesehatan setempat mengatakan pada Senin (27/1) bahwa jumlah kematian di Provinsi Hubei telah meningkat dari 56 menjadi 76 orang. Empat kematian terdeteksi di tempat lain. Jumlah keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di China adalah 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 orang sakit parah.

Sebanyak 41 kasus lainnya telah dikonfirmasi di luar negeri, termasuk di Thailand, Amerika Serikat, dan Australia. Tidak ada kematian di luar China. Virus Corona menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut yang parah dan tidak ada obat atau vaksin khusus. Sebagian besar kematian melibatkan orang tua atau mereka yang memiliki masalah pernapasan sebelumnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA