Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Segala yang Perlu Diketahui tentang Pneumonia

Selasa 28 Jan 2020 09:27 WIB

Red: Indira Rezkisari

Terkait mewabah virus corona, sejumlah penumpang pesawat mengenakan masker di Bandar Udara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (27/1).

Terkait mewabah virus corona, sejumlah penumpang pesawat mengenakan masker di Bandar Udara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (27/1).

Foto: Abdan Syakura_Republika
Gejala corona sebenarnya sama seperti gejala pneumonia biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Desy Susilawati, Fergi Nadira

Merebaknya wabah pneumonia di beberapa negara di Asia menjadi perhatian publik. Sebagai gerbang pertama masuknya wisatawan asing, bandara-bandara dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia bersiaga memasang thermal detector untuk mencegah masuknya penyakit ini di Tanah Air.

Penyakit yang sudah menyebabkan 80 orang meninggal ini mulai menyebar ke negara-negara lainnya, seperti Singapura, Malaysia Thailand, Korea Selatan, hingga ke Amerika. Wabah ini pertama kali ditemukan di pasar ikan di Wuhan, China. Penyebaran wabah terjadi ketika ada pengidap pneumonia yang melakukan perjalanan ke negara lain.

Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Feni Fitriani, Sp. P (K), M.Pd.Ked menjelaskan pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikrorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya pneumonia disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella.

Namun, penyebab merebaknya wabah ini ditelusuri bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan penyakit pneumonia. Virus yang menyebabkan wabah ini adalah novel Coronavirus (nCov) atau virus corona.

Virus corona sebelumnya juga menyebabkan munculnya penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

Bagaimana seseorang dapat terinfeksi? Sampai saat ini belum diketahui cara virus corona menjangkit tubuh seseorang, namun diperkirakan wabah bisa menular dari manusia ke manusia atau dari hewan ke manusia, karena beberapa investigasi menyebutkan bahwa mereka yang bekerja di pasar ikan (sebagai tempat pertama penularan penyakit ini) banyak terjangkit wabah ini. Beberapa jenis virus corona juga diketahui terdapat di peredaran darah hewan.

Meskipun penyakit ini dapat menyerang orang di segala usia, namun anak kecil, ibu hamil dan lansia harus lebih waspada. Jarena kekebalan tubuh mereka tidak sebaik kekebalan tubuh orang usia produktif.

Gejala Pneumonia
Gejala penyakit pneumonia akibat virus corona sebenarnya sama dengan gejala penyakit pneumonia biasa. Penanganan segera dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan juga mencegah penularan terhadap orang lain.

Segeralah ke dokter, apabila Anda merasakan dan mengalami beberapa kondisi seperti demam dan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering dan pilek. Gejala lain seperti sesak dan kesulitan bernapas, juga lesu.

Apabila gejala tersebut diperkuat dengan Anda yang ternyata pernah berkunjung atau tinggal di Wuhan, China dalam beberapa minggu terakhir. Atau pernah berkunjung ke negara-negara yang sudah terjangkit dalam beberapa minggu terakhir.

"Memiliki kontak fisik atau telah berkomunikasi dengan seseorang yang positif terinfeksi nCoV. Lebih khusus, pernah datang ke pasar hewan (hewan hidup dan mati) di negara terjangkit," ujarnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan kaya akan serat dan vitamin, istirahat yang cukup, menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, dan mencuci tangan saat bepergian terutama ketika berkunjung atau kembali dari negara terjangkit.

Meskipun sudah ada beberapa vaksin untuk mencegah pneumonia, seperti vaksin pneumokokus (PCV atau PPSV23), dan vaksin Hib, namun sayangnya belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus penyebab wabah pneumonia yang mewabah saat ini. Hal ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh virus corona jenis baru.

Untuk mencegahnya, dokter menyarankan beberapa hal:

- Hindari bepergian ke daerah terjangkit.

- Jangan panik, namun tetap waspada, terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernapas, segera cari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

- Memperhatikan higienitas diri, rajin cuci tangan terutama sebelum memegang mulut, hidung, dan mata, atau setelah memegang instalasi publik.

- Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, Anda dapat menggunakan handrub dengan kandungan alkohol 70 sampai 80 persen

- Menjalankan etika batuk dan bersin yang benar, dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju ketika batuk dan bersin.

- Ketika memiliki gejala saluran napas, gunakan masker dan segeralah berobat ke fasilitas kesehatan

- Apabila Anda terpaksa harus mengunjungi negara outbreak atau negara yang sudah terjangkit wabah ini, berikut hal-hal yang sebaiknya Anda lakukan adalah menghindari menyentuh hewan atau burung. Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan, atau pasar hewan hidup Hindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala infeksi saluran napas. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan

- Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan segera.

- Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

"Wabah ini memang belum ada obatnya. Namun, dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjalani perilaku hidup bersih serta gaya hidup yang sehat, kita dapat mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas," ujar dr Feni.

Baca Juga

Travel Advisory
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyaring dan menyikapi informasi menyoal virus Corona jenis baru (2019-nCoV). "Kami mengimbau untuk WNI yang berada di dalam negeri agar bijak dalam mendapatkan informasi dan menyikapi infromasi beredar terkait wabah virus," ujar Faizasyah di Ruang Palapa Kemenlu, Senin (27/1).

Selain itu, Kemenlu juga menimbau agar WNI mempertimbangkan rencana perjalanan ke China dalam waktu dekat. Melalui @safetravel.kemlu, salah satu akun resmi milik Kemenlu tanggal 25 Januari 2020, imbauan disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi WNI yang berada atau berencana mengunjungi Hong Kong dan negara-negara yang telah terdampak.

"Imbauan bagi WNI yang ada di dalam negeri adalah agar mempertimbangkan kembali rencana kunjungan ke China dan selalu merujuk informasi resmi dari pemerintah Indonesia," kata dia.

Kemenlu menyatakan hingga kini belum ada pemberlakuan larangan melakukan perjalanan atau travel ban ke China. Meski begitu travel advisory atau imbauan perjalanan sudah langsung diberlakukan pada aplikasi Safe Travel.

"Belum ada travel ban ke Tiongkok. Lebih sifatnya memberikan peringatan dan advice (saran) bagi WNI yang mau ke China," katanya.

Saat ini status perjalanan ke Provinsi Hubei, China pada aplikasi Safe Travel berada di kategori merah yang artinya tidak direkomendasikan sebagai tempat tujuan WNI untuk berpergian ke sana. Status perjalanan ke wilayah China lainnya berada dalam kategori kuning atau diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian.

Menyoal virus yang merebak ini, Faiza juga meminta WNI yang berada di Wuhan atau daerah terisolasi di China agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan. Di antaranya menjaga stamina, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menggunakan masker, dan menghindari keramaian serta menghindari tempat dan kota asal virus mengemuka.

photo
Infografis virus corona.



 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA