Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

TNI AU Siagakan Pesawat Evakuasi WNI di China

Rabu 29 Jan 2020 09:52 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari

Pesawat carteran pemerintah Jepang membawa warga Jepang yang dievakuasi dari Wuhan, China, sudah mendarat di bandara Haneda, Tokyo, Rabu (29/1). TNI AU juga sudah menyiagakan pesawat seandainya harus mengevakuasi WNI dari Wuhan, China.

Pesawat carteran pemerintah Jepang membawa warga Jepang yang dievakuasi dari Wuhan, China, sudah mendarat di bandara Haneda, Tokyo, Rabu (29/1). TNI AU juga sudah menyiagakan pesawat seandainya harus mengevakuasi WNI dari Wuhan, China.

Foto: AP
TNI AU menunggu sinyal dari Kemenlu untuk berangkat ke China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Udara (AU) telah menyiagakan pesawat untuk keperluan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah karantina virus korona di Cina. Selain itu, TNI juga sudah menyiapkan personel dari batalyon kesehatan.

"Kita sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan satu C130 Hercules. Kita juga siapkan personel dari batalyon kesehatan," jelas Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Fajar Adriyanto, saat dihubungi wartawan, Rabu (29/1).

Fajar menjelaskan, TNI AU akan siap membantu jika memang dibutuhkan. Menurut dia, kini TNI masih menunggu kabar dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait boleh tidaknya pemerintah Indonesia masuk ke wilayah karantina tersebut.

"Tunggu dari Kemenlu bisa tembus tidak ke pemerintah sana untuk agar kita bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," katanya.

Dia menerangkan, ada tiga pesawat yang disiagakan oleh TNI AU, yakni dua pesawat Boeing dan satu pesawat Hercules. Ketiganya diperkirakan dapat mengangkut kurang lebih 200 orang dalam sekali perjalanan. TNI AU akan menggunakan Bandara Halim Perdana Kusuma sebagai tempat mendarat.

"Ada dua Boeing dan satu Hercules. Kalaupun harus mengangkut sampai 100-200 orang masih mampu," jelas dia.

Terkait jumlah petugas kesehatan, hal tersebut akan tergantung pada berapa banyak Kementerian Kesehatan membutuhkannya. Jumlah petugas yang diturunkan akan disesuaikan dengan jumlah WNI yang ada di wilayah karantina.

"Sementara terdaftar WNI di sana 240-an yah, sekitar itu. Itu harus butuh berapa tenaga medis. Kita masih stand by, TNI AU yang jelas siap, kapan pun diberangkatkan siap," jelas dia.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA