Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

WNI di Wuhan, Jokowi: Kita Punya Opsi Evakuasi

Rabu 29 Jan 2020 14:48 WIB

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (kiri)

Presiden Joko Widodo (kiri)

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indonesia tak bisa sembarangan mengeluarkan orang dari kota yang ditutup oleh China.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah sedang menjajaki upaya evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang masih bertahan di Kota Wuhan, China. Hanya, pemerintah belum bisa melakukan evakuasi lantaran pemerintah setempat masih menutup 15 kota dengan indikasi penderita virus corona baru (2019-nCov) terbanyak. 

Jokowi mengatakan, Pemerintah Indonesia juga tak bisa sembarangan mengeluarkan orang dari dari dalam kota-kota tersebut. "Berkaitan dengan evakuasi WNI kita yang ada di Wuhan dan 15 kota lain, yang di-locked, tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi. Tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci," ujar Jokowi usai meninjau Puskesmas Cimahi Selatan, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1). 

Meski langkah evakuasi urung dilakukan, presiden menjamin komunikasi dengan seluruh WNI yang masih bertahan di kota-kota terisolasi tetap berjalan baik. Presiden memastikan KBRI di China terus memantau kondisi WNI di sana, termasuk mendata kebutuhan logistik. 

Baca Juga

"Paling penting komunikasi antara KBRI dengan mahasiswa dan masyarakat yang ada di sana selalu terjalin dengan baik. Nanti dalam 4-5 hari urusan logistik yang akan dicarikan solusi," ujar presiden. 

Hingga Selasa (28/1) kemarin, pemerintah China mengonfirmasi 81 kematian dan 2.761 kasus infeksi virus korona baru yang berasal dari Wuhan. Libur Tahun Baru Imlek juga diumumkan untuk diperpanjang hingga 2 Februari.

Masa libur tiga hari lebih panjang dibandingkan jadwal yang ditetapkan sebelumnya yakni pada 30 Januari. Jumlah kasus terkait virus korona baru yang dikonfirmasi di Cina telah meningkat sekitar 30 persen.

Perusahaan-perusahaan di negara itu juga telah menutup kegiatan untuk sementara waktu. Sebagian perusahaan meminta stafnya bekerja dari rumah untuk mengekang penyebaran virus ini.

Hampir setengah dari infeksi virus corona baru terjadi di Hubei, provinsi di mana Wuhan berada. Para pejabat kesehatan Cina mengatakan jumlah kematian akibat virus yang memunculkan gejala mirip flu ini di provinsi tersebut bertambah menjadi 76 dari 56. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA