Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Istana: Kami Serius Tangani Virus Corona

Jumat 31 Jan 2020 13:47 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Seorang anak bersama orangtuanya membaca tentang bahaya dan penanganan wabah virus novel Coronavirus (nCoV) saat sosialisasi dan pengobatan gratis di sekolah terminal Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (31/1/2020).

Seorang anak bersama orangtuanya membaca tentang bahaya dan penanganan wabah virus novel Coronavirus (nCoV) saat sosialisasi dan pengobatan gratis di sekolah terminal Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (31/1/2020).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Pemerintah akan bekerja sama dengan negara lain untuk antisipasi penyebaran Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kesehatan Dunia atau WHO resmi menetapkan penyebaran virus Corona dengan status gawat darurat. Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman pun menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani mewabahnya virus Corona jenis baru yang berasal dari Wuhan, Cina ini.

“Kami sudah membaca. Kami sangat serius menangani semua ini artinya semua masukan dari pihak di seluruh dunia,” ujar Fadjroel di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (31/1).

Ia mengatakan, pemerintah juga akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak dan juga negara lain untuk menangani menyebarnya virus itu.

“Makanya kami juga kan selalu bekerja sama dengan pihak-pihak lain, negara lain dalam upaya mengatasi ini,” tambah dia.

Seperti diketahui, keputusan WHO untuk menetapkan status darurat penyebaran virus Corona ini lantaran virus tersebut terus menyebar ke berbagai negara di luar China.

Baca Juga

“Alasan utama penetapan status ini bukan karena yang terjadi di China, namun yang telah terjadi di luar China,” kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari BBC.

WHO mengkhawatirkan penyebaran virus Corona di negara dengan sistem kesehatan yang masih lemah. Akibat mewabahnya virus ini, setidaknya 213 orang telah meninggal dunia di China, mayoritas berada di Provinsi Hubei, tempat virus jenis baru tersebut pertama kali muncul. Hampir sebanyak 10 ribu kasus pun juga telah muncul di negara tersebut.

WHO menyebut, sebanyak 98 kasus dari virus ini juga telah terdeteksi di 18 negara lainnya. Namun, hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa. Mayoritas warga yang terjangkit virus ini pernah melakukan perjalanan ke Kota Wuhan, Cina.

 


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA