Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Kemenaker Jelaskan TKI Terpapar Corona di Singapura

Rabu 05 Feb 2020 06:39 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di Kantor Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/2).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di Kantor Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/2).

Foto: Republika/Ali Mansur
Menaker sudah minta staf monitor perkembangan korban yang dirawat di RS Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membenarkan jika ada tenaga kerja indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang terpapar virus corona. Mendengar kabar tersebut, Ida langsung berkomunikasi dengan Staf Teknis Ketenagakerjaan di KBRI Singapura. Korban saat ini tengah dirawat dan dikarantina di Singapore General Hospital.

Baca Juga

"Usianya 44 tahun dan bekerja sebagai pekerja rumah tangga (domestik) di sana. Saya sudah minta agar Staf Teknis memonitor terus perkembangan korban. Meskipun belum boleh dibezuk," kata Ida dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (4/2).

Kendati demikian, Ida meminta agar para PMI yang berada di Singapura jangan panik, tetap waspada, kurangi keluar rumah kalau tidak perlu sekali, dan sedia stok masker sebanyak-banyaknya. Ia juga menyarankan PMI tetap bekerja seperti biasa sekaligus waspada.

Tidak kalah penting, kata Ida, beri pengertian kepada majikan bahwa kita harus sama-sama mengurangi risiko tertular. "Kalau jenis pekerjaan kalian beresiko, ya bicaralah dengan majikan baik-baik. Kami terus memantau dan beri dukungan, " lanjut Ida.

Staf Teknis Ketenagakerjaan di KBRI Singapura, Devril menyampaikan bahwa semua korban yang terinfeksi sudah ditangani secara medis dan diisolasi. Dari keseluruhan korban hanya ada 1 WNI/PMI. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA