Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Jumlah Korban Meninggal Akibat Corona Tembus 900 Orang

Senin 10 Feb 2020 18:21 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Seorang tukang pembersih melewati kawasan perkantoran yang sepi di Beijing, Senin (10/2). WNI di China berupaya untuk bisa pulang ke Indonesia untuk menghindari corona.

Seorang tukang pembersih melewati kawasan perkantoran yang sepi di Beijing, Senin (10/2). WNI di China berupaya untuk bisa pulang ke Indonesia untuk menghindari corona.

Foto: AP
Sebanyak 27 orang asing di China telah terpapar virus Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Angka kematian akibat virus Corona baru atau 2019-nCoV kembali meningkat per Senin (10/2) menjadi 909 orang. Angka ini bertambah dengan adanya 97 kematian baru.

Baca Juga

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa 27 orang asing di China telah dipastikan positif terpapar virus Corona baru, termasuk dua warga asing yang telah meninggal karena virus telah melampaui SARS itu.

Seperti dilansir Aljazirah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengonfirmasi bahwa seorang warga Amerika meninggal pada 6 Februari lalu. Satu warga lainnya adalah warga negara Jepang yang diumumkan pada 8 Februari lalu.

Komisi Kesehatan China melaporkan kematian akibat virus Corona baru ini kebanyakan berada di kota Wuhan, dan Provinsi Hubei dan sekitarnya. Terdapat 3.062 kasus baru dalam masa 24 jam terakhir.

Sebanyak 40.171 dilaporkan telah terkonfirmasi mengidap sakit karena virus Corona baru ini pada tingkat nasional China.

Sebanyak 66 kasus tambahan dari virus Corona baru juga telah dikonfirmasi di sebuah kapal pesiar yang dikarantina di Yokohama, Jepang. Sehingga meningkatkan jumlah total orang yang terpapar menjadi 136 di kapal itu.

New York Times melaporkan, Kementerian Kesehatan Jepang belum secara terbuka mengonfirmasi peningkatan tajam dalam kasus-kasus orang yang terpapar nCoV.

Kementerian telah mengumumkan kasus baru hampir setiap hari sejak karantina dimulai sepekan lalu, dan peningkatan yang dilaporkan oleh kapten pada Senin adalah yang terbesar.

Wabah virus di kapal, Diamond Princess yang telah merapat di pelabuhan Yokohama sejak Senin, adalah terbesar di luar China. Sekitar 3.700 orang, termasuk sekitar 2.600 penumpang dan lebih dari 1.000 anggota awak, dikarantina di kapal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA