Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Pemprov Jabar Miliki Sekda Baru

Jumat 14 Feb 2020 17:23 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan pada acara Forum Silaturahmi Masyarakat Jawa Barat Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (12/2).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan pada acara Forum Silaturahmi Masyarakat Jawa Barat Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (12/2).

Foto: Republika/Prayogi
Setiawan diharapkan dapat meningkatkan relasi antara Pemrov Jabar dengan pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) kini resmi memiliki pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, resmi melantik Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja  sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Jumat (14/2) di Gedung Sate. 

Pelantikan dilakukan menyusul keluarnya surat dari Presiden Joko Widodo setelah melakukan seleksi dari tiga calon yang diajukan. "Kelihatannya itu pilihan tepat dengan kebutuhan Jabar hari ini, salah satu poin yang dianggap istana positif adalah beliau mantan Deputi berkali-kali di Menpan RB," ujar Ridwan Kamil.

Emil berharap dengan terpilihnya Setiawan, maka relasi Jabar nanti dengan Kementrian akan jauh lebih lancar dan baik. Sehingga, bisa mengakselerasi bantuan pembangunan.

Emil memberi waktu tujuh hari kepada Setiawan Wangsaatmaja selaku Sekda Jawa Barat yang baru untuk beradaptasi. Termasuk membantu mengakselerasi lobi bantuan dari pemerintah pusat.

"Saya kasih waktu tujuh hari untuk safari memperkenalkan diri ke semua elemen yang akan menjadi tanggungjawabnya,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil. Setiawan diminta memanfaatkan jaringan di pemerintah pusat untuk mengakselerasi bantuan pembangunan Jawa Barat. Titik beratnya adalah keadilan fiskal dari pusat.

Keadilan fiskal yang dimaksud, adalah dana transfer ke kabupaten dan kota tahun 2020 untuk Jabar sebesar Rp 48,3 triliun. Sedangkan dana transfer untuk Jawa Tengah mencapai Rp 48,8 triliun, dan Jatim Rp 54,4 triliun.

Anggaran itu diberikan karena jumlah kabupaten dan kota di Jabar sebanyak 27 wilayah, lebih sedikit dari dibandingkan dengan Jateng yang memiliki 35 kabupaten kota, dan Jatim memiliki 38 kabupaten kota. Jumlah desa di Jabar juga lebih sedikit, yakni 5.312 dengan jumlah dana desa Rp 5,9 triliun, Jateng mempunyai 7.809 desa dan mendapat dana desa sebesar Rp 8,2 triliun, sedangkan Jatim terdiri dari 7.724 desa memperoleh Rp 7,6 triliun.

“Mungkin dengan jaringan Pak Setiawan di kementrian lobi-lobi itu bisa menghasilkan dukungan bantuan sehingga APBD Jabar yang terbatas mudah-mudahan di jaman sekda pak setiawan bisa berlipat-lipat bantuan dari pusat,” katanya.

 Setiawan diminta fokus dan tidak terganggu dengan berbagai kepentingan politik yang memunculkan dinamika yang tak perlu. Pernyataan itu didasarkan pada kasus yang saat ini menimpa Sekda sebelumnya, Iwa Karniwa yang terjerat kasus dugaan suap proyek Meikarta, setelah mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur ke PDIP.

Sebelumnya, Setiawan dipilih Presiden Joko Widodo setelah melalui proses open bidding. Dua kandidat sekda hasil open bidding yang juga diajukan kepada Presiden adalah Dedi Taufik (Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat) dan Yerri Yanuar (Kepala BKD Provinsi Jawa Barat).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA