Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Hanya 23,7 Persen Publik Tolak Gibran, Ini Alasannya

Ahad 16 Feb 2020 16:34 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Gibran Rakabuming Raka

Gibran Rakabuming Raka

Foto: Antara/Galih Pradipta
Menurut survei, 67,5 persen dapat menerima Gibran sebagai calon wali kota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei yang dilakukan Indobarometer memperlihatkan masih ada masyarakat yang menolak pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rangkabumi Raka pada Pilkada Surakarta 2020. Angka penolakan memang tidak dominan, yakni 23,7 persen.

Baca Juga

Survei itu menunjukkan bahwa ada beragam alasan publik menolak pencalonan Gibran. Sebesar 37 persen publik yang menolak menilai Gibran Rangkabumi Raka belum berpengalaman dalam pemerintahan.

Sedangkan 28,1 persen dari mereka menilai majunya Gibran di Surakarta sebagai dinasti politik. Sebesar 8,9 persen publik juga menilai Gibran merupakan sosok yang masih terlaluuda untuk wali kota Surakarta. Bahkan, sebanyak 6,2 persen menilai Gibran lebih baik tidak berada di jalur politik.

Kendati demikian, riset juga memperlihatkan bahwa 67,5 persen publik dapat menerima Gibran Rangkabumi Raka sebagai calon wali kota Surakarta, sedangkan 8,8 persen tidak menjawab. "Mereka yang menerima beralasan bahwa dipilih dan memilih merupakan hak semua warga negara Indonesia," kata Direktur Indobaromater M Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad (16/2).

Mengacu survei tersebut, sebesar 49,4 persen publik memang berpendapat bahwa memilih dan dipilih ada hak setiap warga negara. Sebesar 13,9 persen masyarakat menilai hak ikut berdemokrasi juga merupakan hak setiap warga negara.

Sebanyak 13,7 persen juga berpendapat bahwa mereka tidak mempermasalahkan pencalonan Gibran sebagai calon wali kota Surakarta. Selain itu, sebesar 9,4 persen publik berharap Gibran dapat melanjutkan kepemimpinan Joko Widodo sebagai wali kota Surakarta.

Riset juga menyebutkan sebesar 51,4 persen publik mengetahui sosok Gibran Rangkabumi Raka. Sedangkan sebesar 39,3 persen masyarakat tidak pernah mendengar sementara 9,3 persen tidak menjawab. 

Survei dilakukan pada 9 hingga 15 Januari 2020. Responden diambil dari 34 provinsi secara nasional. Jumlah responden sebanyan 1200 orang dengnan margin of eror 2,83 perseb pada tingkat keeprcayaan 95 persen.

Metode penarikan sampel menggunakan miltistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuisoner.

Seperti diketahui, Gibrang Rangkabumi Raka bersaing dengan Achmad Purnomo sebagau calon wali kota dalam Pilkada Surakarta. Keduanya mendaftar sebagai bakal calon wali kota Surakarta nersama Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDIP).

Keduanya juga telah menjalani uji kelayakan yang dilakukan di DPP PDIP beberapa waktu lalu. Kendati, partai berlogi kepala banteng moncong putih itu mengaku masih membutuhkan waktu untuk menentukan pasangan calon yang akan diusung di Surakarta.

Ketua DPP bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto mengungkapkan, hingga saat ini PDIP kemungkinan telah mengeluarkan rekomendasi kepada 44 calon kepala daerah kecuali Solo, Surabaya dan beberapa daerah lain. Dia mengatakan, DPP akan mempublikasikan calon mereka di seluruh daerah pada 23 Maret nanti.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA