Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Prabowo Menteri Terpopuler, Faktor Capres atau Andil Jokowi?

Senin 17 Feb 2020 14:56 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Foto: Republika/Prayogi
Prabowo menjadi menteri paling dikenal publik berdasarkan survei Indo Barometer.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Febrianto Adi Saputro, Antara

Baca Juga

Prabowo Subianto menjadi menteri paling dikenal publik berdasarkan hasil survei Indo Barometer. Sebagai menteri pertahanan, Prabowo menempati urutan teratas berdasarkan hasil survei nasional terbaru terkait 100 hari pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Sepuluh menteri yang paling dikenal oleh publik adalah Prabowo Subianto (18,4 persen), kemudian Sri Mulyani Indrawati (10,6 persen), Erick Thohir (8,2 persen), Mohammad Mahfud MD (7,9 persen), Nadiem Anwar Makarim (5,3 persen), Luhut B Panjaitan (5,2 persen), Tito Karnavian (5 persen), Moeldoko (3,2 persen), Edhy Prabowo (2,5 persen), Pramono Anung (2,2 persen)," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Ahad (16/2).

Qodari kemudian juga membandingkan dengan hasil survei pada Maret 2015 lalu. Saat itu mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi menteri paling populer (33,2 persen). Disusul Puan Maharani (9,6 persen), Anies Baswedan dengan (6,5 persen), dan Khofifah Indar Parawansa dengan (4,6 persen). Kemudian Tjahjo Kumolo (4,6 persen), Ignatius Jonan (2,4 persen), Rahmat Gobel (2,4 persen), Sofyan Djalil (1,6 persen), Yasonna Laoly (1,6 persen), Retno LP Marsudi (1,1 persen).

Selain populer, Prabowo juga dinilai publik sebagai menteri yang memiliki kinerja bagus. Sebanyak 26,8 persen responden menilai Prabowo memiliki kinerja bagus.

"Lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus adalah hasil kerjanya sudah terlihat 19,5 persen, orangnya tegas 18 persen, sudah berpengalaman 16 persen, cocok sesuai dengan keahliannya 8,7 persen, dan orangnya berani 8,6 persen," ujarnya.

Selain Prabowo ada juga nama lain seperti Sri Mulyani, Erick Thohir, dan Mahfud MD. Untuk diketahui survei tersebut dilaksanakan pada 9 - 15 Januari 2020.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan melibatkan 1200 responden. Sedangkan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

[video] Prabowo: Berbeda tidak Harus Jadi Musuh

Anggota Komisi I DPR Christina Aryani menyikapi hasil survei nasional Indo Barometer yang menyebut bahwa Prabowo jadi menteri paling populer. Dirinya menilai Prabowo populer karena pernah menjadi calon presiden (capres).

"Populer iyalah pastilah karena sebelumnya sempet nyapres pasti populer dibanding dengan yang tidak dikenal publik," kata Christina di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2).

Terkait kinerja, ia menuturkan Komisi I belum melakukan penilaian. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo baru sebatas rencana.

"Sejauh ini yang disampaikan baru rencana-rencana. Jadinya baru melihat apakah rencana itu sudah direalisasikan atau belum kan perlu penilaian nah ini kan masih berjalan," ujarnya.

Adapun, politikus PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan menilai hasil survei Indo Barometer yang menyebutkan Prabowo Subianto sebagai menteri berkinerja baik, menegaskan bahwa Presiden Jokowi berhasil menempatkan orang di posisi terbaik.

"Itu artinya Presiden Jokowi orang yang tepat menempatkan orang, the right man on the right place," kata Trimedya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/2).

Menurut dia, kalau kabinet Indonesia Maju berhasil ataupun berkinerja buruk maka yang terkena dampaknya adalah Presiden Jokowi. Karena itu, dia menilai sangat wajar Presiden memilih orang yang yang terbaik untuk ditempatkan di posisi yang pas sehingga berkinerja baik.

"Kalau kabinet ini berhasil, yang punya nama adalah Presiden Jokowi bukan kabinet Prabowo. Lalu kalau kabinet ini kerjanya tidak bagus, yang (namanya) jelek adalah Presiden Jokowi," ujarnya.

Dia mengatakan, pada awalnya banyak pihak yang sinis mengapa Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, namun saat ini terjawab pelan-pelan. Namun, dia berharap kinerja baik Menhan itu tidak hanya dalam 100 hari pertama pemerintahan Jokowi-Ma'ruf namun hingga akhir masa pemerintahan.

"Mudah-mudahan saja ini bukan hanya 100 hari tetapi sampai ya minimal tahun keempat lah. Kalau sudah mau tahun keempat dan kelima kan biasanya turbulensi politiknya tinggi nanti," katanya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya bersyukur terkait survei yang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto menjadi menteri yang paling populer dan berkinerja baik. Menurut Dasco, Gerindra menyambut gembira hasil survei Indo Barometer.

"Perlu diketahui yang dilakukan Prabowo adalah menjalankan visi dari pemerintahan yaitu dari Presiden Jokowi mengenai pertahanan keamanan," kata Dasco di Jakarta, Ahad (16/2).

Dasco mengatakan, Prabowo dalam setiap rapat kabinet maupun terbatas, yang dilakukannya selalu dikoordinasikan dengan Presiden Jokowi dan apa yang dilakukan juga selalu meminta arahan dari Presiden. Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, Prabowo akan menunjukkan kepada publik bahwa apa yang disampaikan pada saat kampanye, itu yang akan dilakukan ketika menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.

"Konsep-konsep pertahanan dan keamanan yang diberikan Gerindra kepada pemerintah dan diterima, itu dijalankan sepenuh hati Prabowo, sehingga hasilnya seperti ini," ujarnya.

photo
Kunker Prabowo ke Luar Negeri

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA