Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

BMKG Ingatkan Bahaya Gelombang Tinggi di Laut Selatan

Senin 17 Feb 2020 16:39 WIB

Rep: eko widiyatno/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah nelayan menyalakan mesin kapal yang telah dikonversi menggunakan bahan bakar elpiji di Dermaga Rakyat Kelurahan Tritih Wetan, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Rabu (19/10).

Sejumlah nelayan menyalakan mesin kapal yang telah dikonversi menggunakan bahan bakar elpiji di Dermaga Rakyat Kelurahan Tritih Wetan, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Rabu (19/10).

Foto: Antara/Idhad Zakaria
Para nelayan dan wisatawan diminta wasapada dengan gelombang tinggi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Selama beberapa hari ke depan, pelaku aktivitas kelautan di Laut Selatan Jawa agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Bukan hanya kalangan nelayan yang menggunakan perahu kecil, melainkan juga kalangan pelayaran kapal berukuran menengah.

Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, memperkirakan selama empat hari ke depan, gelombang laut setinggi 2,5 – 4,0 meter berpotensi terjadi di laut selatan Jawa."Kami sudah mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi gelombang laut selatan. Potensi gelombang tingga ini akan terjadi mulai Senin (17/2) ini hingga Kamis (20/2)," kata peneliti cuaca BMKG Feriharti Nugrohowati, Senin (17/2). 

Potensi gelombang tinggi ini, antara lain terjadi di perairan selatan Jawa Barat mulai dari Perairan Sukabumi, Garut, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga perairan selatan DIY. "Gelombang laut setinggi 2,5–4,0 meter ini dipengaruhi oleh kecepatan angin yang bertiup dari utara ke timur Laut dengan kecepatan 5–25 knot," katanya. 

Kondisi serupa, menurutnya terjadi di hampir seluruh perairan selatan Indonesia. Namun kecepatan angin tertinggi, terpantau di Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru. "Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," katanya. 

Terkait kondisi ini, dia meminta agar seluruh nelayan di selatan Jawa, agar lebih waspada saat melaut untuk mencari ikan. Dia meminta agar para nelayan lebih memperhatikan kecepatan angin saat sedang melaut.

"Sebaiknya, selama empat ke hari ke depan agar tidak melaut dulu. Bila memang tatap melaut, agar lebih memperhatikan kecepatan angin. Bila angin bertiup agar kencang agar segera menepi," katanya.

Demikian pada warga masyarakat yang beraktivitas di pantai, agar tidak bermain air laut. "Wisatawan atau warga sekitar pantai, sebaiknya tidak mandi-mandi di laut," katanya. Gelombang setinggi 4 meter, sangat membahayakan hampir semua jenis kapal dan perahu. Baik kapal nelayan kecil, tongkang, kapal ferry, maupun kapal besar, memiliki resiko tinggi bila tetap melaut dalam kondisi gelombang laut setinggi itu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA