Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Pemprov Jabar Siapkan Rp 25 Miliar Tangani Bencana

Rabu 19 Feb 2020 03:47 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Ciamis, Senin (17/2).

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Ciamis, Senin (17/2).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk penanganan bencana selama 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk penanganan bencana selama 2020. Dana itu siap disalurkan ke daerah-daerah yang terdampak bencana di Jabar.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi menyiapkan dana darurat itu sebelum bencana terjadi. Dana itu hanya dipergunakna untuk mengatasi keadaan darurat dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam.

"Total yang diaggarkan Rp 25 miliar dan itu belum habis. Kalau sudah bisa anggarkan lagi," kata dia di Kota Tasikmalaya, Selasa (18/2).

Kendati demikian, dana itu tak bisa digunakan sembarangan. Artinya, untuk mencairkan dana darurat bencana harus ada prosedur yang dilalui.

Uu menyebutkan, penyaluran dana darurat bencana harus berdasarkan permintaan dari bupati atau wali kota. Selain itu, daerah juga harus sudah menetapkan status tanggap darurat bencana.

"Jadi kami tak bisa bantu kalau misalnya di Purwakarta ada bencana, tapi pemerintahnya di sana tidak meminta dan menetapkan tanggap darurat bencana," kata dia.

Menurut dia, Pemprov Jabar tak bisa langsung eksekusi dana darurat bencana itu jika prosedur yang ada tak ditempuh oleh pemerintah kabupaten atau kota. Sebab,  pemerintah kabupaten atau kota adalah yang memiliki kewenangan.

"Saya ingatkan kepala daerah harus proaktif. Selagi masih ada, jangan minta. Kalau sudah habis, baru minta ke provinsi," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA