Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Voting Tertutup Bagi Pemilihan Wagub DKI

Selasa 18 Feb 2020 17:10 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sejak Sandiaga Uno mundur untuk Pilpres, Anies Baswedan belum memiliki pendamping untuk posisi Wagub DKI Jakarta.

Sejak Sandiaga Uno mundur untuk Pilpres, Anies Baswedan belum memiliki pendamping untuk posisi Wagub DKI Jakarta.

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Tatib pemilihan Wagub DKI Jakarta akan disahkan besok.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Amri Amrullah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta menyepakati pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta sisa periode 2017-2022. Pemilihan akan dilakukan melakukan melalui mekanisme voting tertutup.

Wakil Ketua Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan, dalam pelaksanaan Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) telah disepakati Tata Tertib (Tatib) dan mekanisme pemilihan wagub DKI Jakarta. Tatib tersebut, kata dia harus disahkan dalam Sidang Paripurna yang rencananya akam dibahas Rabu (19/2).

"Insya Allah, kita akan menggelar Rapat Paripurna besok, Rabu, 19 Februari 2020 pukul 13.00," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (18/2). Keputusan ini dibahas dalam Rapimgab yang membahas hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terhadap Rancangan Peraturan Tatib DPRD dan mekanisme pemilihan Wakil Gubernur.

Taufik menjelaskan, keputusan pimpinan DPRD yang diambil hari ini mengacu pada hasil pansus DPRD periode sebelumnya yang menyepakati pemilihan dilakukan dengan voting tertutup. "Untuk uji kelayakan terhadap calon wagub dilaksanakan melalui mekanisme dialog atau tanya jawab di forum paripurna yang dilaksanakan secara terbuka," terangnya.

Ia menambahkan, untuk seluruh tahapan pemilihan wagub DKI Jakarta akan dilakukan oleh pantia pemilihan (panlih) yang segera dibentuk dalam waktu dekat ini. "Kami akan memastikan DPRD bekerja cepat sesuai dengan aturan dan prosedur," imbuhnya.

Terkait dengan usul adanya uji kelayakan bakal cawagub, Taufik mengatakan uji kelayakan bentuknya adalah dialog. Nanti akan ada tanya jawab kepada cawagub dalam Sidang Paripurna. "Kan lebih terbuka daripada dengan sekelompok orang. Jadi itu nanti dalam Paripurna sebelum pemilihan, nanti yang ngatur panitia pemilihan (Panlih)," terang Taufik.

Untuk dengan komposisi Panlih, Taufik menyebut Panlih akan terdiri dari perwakilan masing-masing Fraksi. Pimpinan DPRD akan bersurat ke fraksi-fraksi untuk mengutus satu orang menjadi anggota. "Anggotanya sembilan, per fraksi satu," tuturnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan Sidang Paripurna besok akan disepakati pembentukan Panlih, yang terdiri dari masing-masing Fraksi. Kemudian pemilihan akan dilakukan secara voting, one man one vote.

Namun diakui dia, Sidang Paripurna besok memang disepakati tertutup. "Iya tertutup," terangnya.

Walaupun tertutup, Prasetio berharap Wakil Gubernur DKI Jakarta yang terpilih adalah yang terbaik untuk warga Jakarta. Terkait uji kelayakan dua calon Wagub (cawagub) yang ada, dari Gerindra Ahmad Riza Patria dan dari PKS Irmansjah Lubis. Prasetio sudah disepakati akan ada bentuknya tanya jawab. Tujuannya, sambung dia, supaya adil dan semua fraksi bisa bertanya.

Di tengah kontestasi dua cawagub dari Gerindra dan PKS meraih dukungan dari fraksi-fraksi di DPRD, Fraksi Partai Golkar ternyata sudah mulai mengindikasikan mendukung cawagub dari Gerindra Ahmad Riza Patria. Ketua Fraksi Golkar Basri Baco mengatakan Fraksinya sudah memutuskan dukungan cawagub ke Ahmad Riza Patria.

"Golkar sudah putuskan mendukung Ahmad Riza Patria,” kata Basri Baco. Menurut dia keputusan untuk mendukung Ariza Patria, panggilan akrabnya, merupakan hasil diskusi antara DPD Golkar DKI Jakarta dengan DPP Golkar. “Sesuai perintah pimpinan partai saja,” tuturnya.

Setelah pertimbangan yang cukup matang, akhirnya partai memutuskan mendukung Ariza atau Ahmad Riza. Basri beralasan dukungan Golkar ke Ariza Patria menggantikan Sandiaga Uno, karena Golkar menilai perlu cawagub yang berlatar belakang nasionalis untuk memperkuat Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Tokoh nasionalis sebagai penyeimbang. Kalau wagubnya cocok dari nasionalis,” ujarnya.

Sementara itu, cawagub dari PKS Irmansjah Lubis makin gencar memperkenalkan dirinya demi kursi Cawagub Gubernur DKI. Nusmansjah pun punya visi yang diperkenalkan ke publik Ibu Kota. Salah satunya, saat ia menyampaikan visinya yang dinamakan Panca Upaya Utama dalam penutupan Kemah Bakti Nusantara PKS 2020.

Irmansjah atau yang akrab disapa Bang Ancah ini mengaku bersyukur mendapat amanat dari PKS untuk maju sebagai cawagub. Kini, dia mengaku harus berusaha kuat menyosialisasikan diri agar bisa menjadi pendamping Gubernur Anies Baswedan memimpin Ibu Kota.

"Kita dituntut bersama-sama bangun Jakarta dengan berbagai elemen masyarakat. Tanpa melihat ras, suku, agama, dengan keberagaman dan aneka varian kelompok di Jakarta," kata dia.

Ancah menambahkan dengan persaingan kursi Wagub DKI ini, PKS juga ingin membuktikan sebagai parpol yang peduli mewujudkan tujuan kehidupan bersama dengan segala perbedaan. "Kita bersyukur di bawah dasar negara Pancasila dengan semangat Bhineka Tunggal Ika menjadi pengikat keberagaman kehidupan di Jakarta," jelas bekas Anggota DPRD DKI itu.

Ancah tak menampik memimpin DKI punya tanggung jawab besar. Sebab, banyak persoalan menanti, mulai dari macet, banjir, hingga sampah. "Mudah-mudahan hal tersebut dapat diatasi dengan Panca Upaya Utama, insya Allah," tuturnya.

Dia pun menjelaskan maksud visi Panca Upaya Utama. Ia merincikan pertama, pembangunan manusia yang di dalamnya terkait dengan pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemuda olahraga, dan disabilitas. Kedua, menyangkut pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Menurutnya, poin kedua ini terkait industri kreatif, perumahan, transportasi, air limbah, sampah.

Kemudian yang ketiga yaitu peningkatan integritas aparatur. Keempat adalah pembangunan kota lestari dengan penataan kawasan kumuh, ruang terbuka hijau, serta taman pintar. "Kelima, simpul kemajuan dengan penataan keanekaragaman budaya pariwisata di Kepulauan Seribu," terangnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan tidak ada visi dan misi cawagub, yang ada visi misi gubernur. Karena itu kedua cawagub, baik Ahmad Riza Patria dan Irmansjah Lubis harus mengikuti visi misi Gubernur DKI Jakarta.

"Cawagub harus ikuti visi-misi yang ada di 2017-2022. Jadi meski tidak, kalau Pak Sandi kan kampanye, (Riza dan Nurmansjah) tidak ikut kampanye, tapi harus ikuti pada semua janji kampanye kita," kata Anies.

Cawagub DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengaku dirinya tidak berambisi dalam mengemban jabatan, termasuk untuk menjadi orang nomor dua di Ibu Kota itu. Akan tetapi, kata Riza dirinya tidak bisa menolak ketika partai Gerindra meminta dirinya jadi cawagub.

"Saya tidak ada ambisi ke wagub. Karena kami menjaga komitmen pak Prabowo untuk menyerahkan kursi wagub ke PKS. Namun, wagub sebelumnya dari Gerindra, bang Sandi. Lalu ada surat dari PKS agar cawagub bisa segera diusulkan kembali satu dari PKS dan non PKS. Lalu dari Gerindra dimunculkan empat nama salah satunya saya. Saya tidak bisa menolak. Itu salah satu kelemahan saya," kata Riza.

Dalam proses pencalonan wagub DKI Jakarta, sempat terhenti selama setahun dua bulan setelah dua nama dari PKS sebelumnya, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, mandek dalam proses pemilihannya hingga DPRD 2014-2019 demisioner. Selanjutnya dua partai pengusung telah menyepakati dua nama yakni Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria untuk dipilih mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA