Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Menaker Ajak Indosat Ooredoo Berunding Soal PHK Karyawan

Rabu 19 Feb 2020 06:32 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menaker Ida berharap opsi terbaik bisa ditempuh oleh perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjajal langkah negosiasi dengan Indosat Ooredoo yang berencana memutus hubungan kerja (PHK) 677 karyawannya. Ida mengaku telah mengutus Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker untuk berkoordinasi dengan manajemen Indosat Ooredoo terkait hal ini.

Baca Juga

Hingga saat ini, ujar Ida, informasi soal PHK baru disampaikan perusahaan kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta. "Saya sudah minta ke dirjen PHI coba diajak bicara apakah bisa dipertahankan, kalau tidak bisa dipertahankan bagaimana perlindungan sosialnya. Kemudian kira-kira mampu bantu akses penempatan di tempat kerja lain nggak," ujar Ida di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/2). 

Ida berharap opsi terbaik bisa ditempuh oleh perusahaan. Ia berharap dialog bisa selesai dilakukan pekan ini sehingga langkah lanjutan juga bisa segera disiapkan baik oleh perusahaan dan karyawan. 

"Saya minta proaktif saja, diajak dialog," kata Ida. 

Sebelumnya, perusahaan operator telekomunikasi Indosat Ooredoo mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya. Dari 677 karyawan yang terdampak, 80 persen di antaranya telah setuju menerima paket kompensasi yang ditawarkan perseroan. 

"Kami mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengkomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak," kata Director & Chief of Human Resources Irsyad Sahroni dalam keterangan pers, Sabtu (15/2)

Irsyad mengatakan perubahan organisasi itu dirancang untuk menjadikan bisnis perusahaan lebih lincah sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar. Selain itu, tindakan itu dinilai perlu agar perusahaan dapat bertahan dan bisnis pun bertumbuh. 

Setelah melakukan PHK karyawan, President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama menyampaikan perusahaan akan melakukan tiga perubahan vital terhadap bisnis Indosat Ooredo. Pertama memperkuat tim regional agar lebih cepat mengambil keputusan dan lebih dekat dengan pelanggan.

Indosat Ooredoo juga akan melakukan pengalihan penanganan jaringan ke pihak ketiga, penyedia jasa managed service. Terakhir, perseroan akan menambah SDM untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, serta merampingkan SDM di beberapa fungsi bisnis. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA