Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Polemik Kerajaan Galuh, Wagub Uu: Lebih Baik Berpikir Maju

Selasa 18 Feb 2020 01:42 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bayu Hermawan

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Ciamis, Senin (17/2).

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Ciamis, Senin (17/2).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum enggan berkomentar soal polemik kerajaan Galuh.

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum tak mau banyak berkomentar soal polemik mengenai Kabupaten Ciamis dan Kerajaan Galuh. Ia lebih memilih berpandangan ke depan daripada buang energi untuk masalah yang bukan merupakan kompetensinya.

"Kalau masalah sejarah, saya tak bisa buat keputusan karena bukan ahli sejarah. Tapi secara pribadi saya ikut saja pada tata naskah yang sudah ditulis ahli sejarah sebelumnya, bahwa Kerajaan Galuh itu ada," kata dia saat ditanyai mengenai polemik Kabupaten Cimais dan Kerajaan Galuh, Senin (17/2).

Daripada mempermasalahkan hal semacam itu, ia memilih fokus berpikir ke depan. Sebab, sebagai kepala daerah, ia merasa punya tugas untuk membuat perekonomian Jabar lebih naju, serta pendidikan dan kesehatan masyarakat Jabar terjamin.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar warganya tak lupa akan sejarah. Menurut Uu, sejarah memiliki banyak nilai kebaikan dan patriotisme yang bisa diteladani dan diterapkan dalam kehidupan hari ini.

"Tapi daripada polemik masalah itu, kita harus cari solusi agar Jabar maju dan juara," ujarnya.

Sebelumnya, melalui media sosial Youtube budayawan Ridwan Saidi membuat pernyataan kontroversial. Ia menyebut galuh berarti brutal dan tak pernah ada kerajaan di Ciamis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA