Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Kemenkes Waspadai Ancaman Mutasi Virus H1N1 dan MERS

Rabu 19 Feb 2020 21:47 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pasien yang diduga terinfeksi virus Covid-19 menjalani perawatan diruang isolasi RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2/2020). Mayoritas spesimen terduga COVID-19 yang diperiksa Kemenkes adalah H1N1

Pasien yang diduga terinfeksi virus Covid-19 menjalani perawatan diruang isolasi RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2/2020). Mayoritas spesimen terduga COVID-19 yang diperiksa Kemenkes adalah H1N1

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Mayoritas spesimen terduga COVID-19 yang diperiksa Kemenkes adalah H1N1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan tetap mewaspadai ancaman dari mutasi virus H1N1 dan juga ancaman penularan selain meluasnya ancaman virus COVID-19 belakangan ini. Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan dari seluruh spesimen terduga COVID-19 yang diperiksa oleh Kemenkes paling banyak adalah virus H1N1.

Virus H1N1 merupakan virus musiman asal Indonesia yang bisa menyebabkan influenza bagi orang yang terinfeksi. Namun Kemenkes mewaspadai apabila virus yang banyak ditemukan di Indonesia tersebut bermutasi menjadi lebih berbahaya dengan menimbulkan keluhan kesehatan yang lebih berat.

Selain itu, Kemenkes juga masih mewaspadai kemungkinan penularan MERS-CoV yang juga merupakan keluarga dari virus corona berasal dari timur tengah. Virus MERS-CoV masih menjadi ancaman di Indonesia mengingat masyarakat Indonesia melakukan perjalanan umrah dan haji ke Arab Saudi sepanjang tahun.

Oleh karena itu Yurianto mengatakan Kemenkes hingga saat ini masih melakukan identifikasi virus COVID-19 dengan menggunakan genom sequencing yang relatif memiliki waktu lebih lama dalam pemeriksaan. Hal itu dipilih agar pemerintah bisa mendeteksi virus lain selain virus COVID-19.

Beberapa negara seperti Jepang, China, dan Singapura melakukan pemeriksaan COVID-19 dengan PCR, yaitu alat untuk mendeteksi COVID-19 atau tidak dengan metode yang lebih cepat. Namun PCR tidak bisa mendeteksi virus lain selain COVID-19 sehingga tidak menjadi andalan pemerintah Indonesia.

Sebagaimana diketahui, ada tujuh jenis virus corona yang teridentifikasi di dunia. Empat virus corona di antaranya menyebabkan influenza biasa, sedangkan tiga di antarnya menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya yaitu SARS, MERS-CoV, dan COVID-19.

Hingga saat ini pemerintah menyatakan belum ada kasus positif COVID-19 di Indonesia. Kementerian Kesehatan telah memeriksa 112 spesimen dan 110 di antaranya negatif COVID-19. Sedangkan dua spesimen lainnya belum selesai dilakukan pemeriksaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA