Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Politikus Demokrat Sebut Yasonna Bohong Soal Harun Masiku

Kamis 20 Feb 2020 09:04 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman (tengah)

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman (tengah)

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.
'Masiku ada di sini. Menkumham bilang dia sudah lari ke luar negeri.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman menyebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah melakukan pembohongan publik. Pembohongan yang dimaksud itu terkait keberadaan buron kasus suap Harun Masiku.

Baca Juga

"Omongan Menkumham saat itu jelas merupakan sebuah pembohongan publik. Karena tidak sesuai dengan kenyataannya," ujar Benny di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).

Saat itu, Yasonna sempat menyebut Harun berada si luar negeri. Namun, pernyataan itu kemudian diralat lantaran Harun ternyata telah pulang ke Indonesia.

Kerusakan sistem keimigrasian menjadi alasan Menkumham Yasonna terkait pernyataannya itu. "Kenyataannya beliau (Masiku) pada saat itu ada di sini. Menkumham bilang dia sudah lari ke luar negeri. Apa lagi? Masa itu nggak bohong. Apa namanya itu. Jangan dibolak balik ah," ujar dia.

Dalam kasus ini, Yasonna mencopot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie yang dianggap bertanggung jawab atas keterlambatan sistem pencatatan keimigrasian. Bahkan, Yasonna membentuk tim investigasi untuk mengusut keterlambatan sistem itu.

Benny menilai, pembentukan sistem itu sekadar cari-cari alasan yang dilakukan oleh Yasonna. Tim tersebut disebut Benny dibentuk sekadar untuk membenarkan alibi-alibi Yasonna yang disebutnya tak masuk akal soal pernyataan keberadaan Harun.

"Oh sistem. Yang benar saja. Jangan cari-cari alasan.  Tim investigasi itu jangan dipakai untuk membenarkan alibi-alibi yang menurut akal sehat tidak masuk di kepala, di akal sehat publik," ujar Benny.

"Bagaimanapun Yasonna, sudah jelas kok. Mau bohong-bohong lagi. Yasonna jelas melakukan pembohongan publik. Titik," kata dia kembali menambahkan.

Sebelumnya, Harun disebut Yasonna berada di luar negeri sejak 6 Januari 2020, hingga setelah KPK menetapkan tersangka pada 13 Januari 2020. Belakangan, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie mengumumkan bahwa Harun ternyata sudah di Indonesia sejak 7 Januari 2020.

Ia mengatakan, ada delay pada sistem informasi keimigrasian. Pernyataan ini otomatis menyangkal pernyataan Yasonna sebelumnya. Ronny pun dicopot dari posisinya. 

Yasonna mengatakan, Ronny dialihkan ke posisi fungsional menyusul dibentuknya tim independen. Tim Independen itu untuk menyelidiki kejanggalan dalam sistem pencatatan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang 'luput' mencatat kepulangan tersangka suap itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA