Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Luncurkan Lagu Sapa Pagi

Kamis 20 Feb 2020 11:31 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Fakhruddin

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di acara soft launching Muktamar Muhamadiyah dan Muktamar Aisyiyah ke-48.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di acara soft launching Muktamar Muhamadiyah dan Muktamar Aisyiyah ke-48.

Foto: Republika/Irfan Junaidi
Pesan yang disampaikan lewat lagu Sapa Pagi yakni agar siswa terus berbuat baik.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta merilis lagu jingle berjudul Sapa Pagi pada Kamis (20/2). Lagu ini dapat didengar di saluran radio streaming pendidikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan yakni radio Solo Belajar.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti mengatakan lagu Sapa Pagi merupakan salah satu inovasi para guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan dalam memotivasi siswa. “Guru harus makin berinovasi. Bebas berkreasi dalam mengajar dan mendidik. Guru harus mengutamakan kebutuhan siswa dan pembelajaran. Semoga terwujud kemerdekaan belajar,”kata Sayekti seperti rilis yang diterima Republika,co.id.

Direktur radio Solo Belajar Danardono Sri Pamungkas mengatakan lagu ini terinspirasi dari cerita kepala sekolah yang ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan serta berharap dengan lagu ini mampu memacu semangat beraktivitas untuk sebuah cita-cita yang diimpikan. 

“Menyapa sobat belajar, warga sekolah, masyarakat Indonesia dan umumnya internasional, dari Solo untuk peradaban dunia, program Sapa Pagi berisi himbauan dan motivasi terkait Perilaku Hidup Bersih Sehat, memutar lagu Indonesia Raya, dilanjutkan membaca berita 5 koran cetak, streaming TVMU, info sekolah dan, berita humas”, tutur Danardono.

Ia melanjutkan pesan lainnya yang ingin disampaikan lewat lagu Sapa Pagi yakni agar siswa terus berlomba-lomba dalam kebaikan, disyukuri dan belajar selalu berpikir positif dari sekian sudut pandang.Untuk proses pembuatan lagu sapa pagi membutuhkan waktu sekitar empat hari dari penulisan lirik sampai dengan pengambilan vokal.

Radio Streaming Pendidikan Solo Belajar merupakan wahana kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan penyiaran yang diluncurkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sejak dua tahun lalu. Selain itu radio ini juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang berbagai hal dan menginformasikan berbagai kemajuan pendidikan Muhammadiyah.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA