Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Lokasi Observasi WNI di Kapal Dream World Belum Ditentukan

Sabtu 22 Feb 2020 02:52 WIB

Red: Friska Yolanda

Pemerintah Indonesia hingga kini belum menentukan lokasi atau tempat observasi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar Dream World.

Pemerintah Indonesia hingga kini belum menentukan lokasi atau tempat observasi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar Dream World.

Foto: Jerome Favre/EPA-EFE
WNI kru Kapal Dream World akan dijemput menggunakan kapal milik TNI AL.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia hingga kini belum menentukan lokasi atau tempat observasi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Pesiar Dream World. Meskipun demikian, lokasi observasi para WNI dari Wuhan di Natuna kemarin kembali disiapkan apabila ditujukan pemerintah ke sana. Namun hal tersebut hingga belum diputuskan.

"Natuna yang kemarin habis dipakai disiapkan kembali. Kita masih menunggu keputusan untuk Kapal Dream World," kata Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Achmad Yurianto di Jakarta, Jumat (21/2).

Secara teknis, para WNI yang menjadi ABK di Kapal Dream World akan dijemput menggunakan kapal milik TNI AL. Setelah berhasil dipindahkan mereka langsung diobservasi saat boarding di kapal.

"Karena memang datanya dari awal dikatakan mereka tidak sakit Covid tapi bisa saja ada sakit yang lain," kata dia.

Para ABK akan langsung diperiksa kesehatan secara menyeluruh oleh tim kesehatan yang disiapkan di atas kapal milik TNI AL tersebut. Apabila mereka dalam kondisi sehat, WNI tersebut tetap diobservasi selama 14 hari.

Ia mengatakan jarak tempuh dari Jakarta menuju lokasi atau posisi terakhir kapal tersebut membutuhkan waktu sekitar 20 jam. Apabila sudah ada keputusan dari pemerintah maka kapal segera menjemput WNI yang berada di Kapal Pesiar Dream World.

Ratusan ABK tersebut masuk ke dalam kelompok Orang Dalam Pemantauan (ODP). Oleh sebab itu, perlu dilakukan observasi untuk menghindari risiko terburuk.

Pemerintah akan berusaha mencari cara yang paling aman bagi WNI maupun masyarakat yang akan menerima mereka setelah dikembalikan ke keluarganya.

"Pola ini persis yang dilakukan beberapa waktu lalu saat melakukan observasi di Natuna," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA