Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

BPS Mataram: Waspadai Link Palsu Sensus Penduduk

Jumat 21 Feb 2020 22:57 WIB

Red: Hiru Muhammad

ilustrasi. Petugas mengamati pergerakan sensus penduduk secara online di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Selasa (18/2).

ilustrasi. Petugas mengamati pergerakan sensus penduduk secara online di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Selasa (18/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
link resmi SPO adalah sensus.bps.go.id

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Badan Pusat Statistik Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengingatkan masyarakat yang hendak melakukan pengisian data Sensus Penduduk 2020 secara online atau daringagar waspada terhadap link palsu karena bisa merugikan.

"Sebelum melakukan sensus penduduk online (SPO), masyarakat harus pastikan bahwa yang di klik adalah website resmi milik Badan Pusat Statistik (BPS) pada laman sensus.bps.go.id," kata Kepala BPS Kota Mataram di Mataram, Jumat (21/2).

Sebagai langkah antisipasi adanya kesalahan masyarakat melakukan sensus penduduk online, BPS telah menyebarluaskan link atau tautan yang sudah terbukti palsu melalui berbagai media, website resmi milik Pemerintah Kota Mataram serta di grup-grup sosial media. "Harapan kami, masyarakat yang sudah menerima link palsu itu juga bisa menyebarkannya ke teman-teman, serta warga di sekitarnya sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Menurutnya, kesalahan masyarakat melakukan sensus penduduk secara mandiri pada link palsu bisa berdampak negatif, sebab berbagai data pribadi yang dimiliki masyarakat dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh pemilik link palsu tersebut. "Untuk itu, masyarakat perlu hati-hati dan lebih teliti sebelum melakukan sensus penduduk secara mandiri. Ingat link resmi SPO adalah sensus.bps.go.id," katanya lagi.

Isa mengatakan, dalam hal ini pihaknya tidak bisa mengambil langkah melaporkan peredaran link palsu ke aparat hukum untuk ditindaklanjuti. "Untuk masalah ke ranah hukum, menjadi kewenangan BPS pusat karena kita juga tidak tahu pembuat link palsu ini dimana," katanya.

SPO 2020 akan berlangsung sampai 31 Maret 2020, karenanya untuk menyukseskan program tersebut, Isa berharap semua masyarakat bisa memberikan dukungannya untuk akurasi data penduduk Kota Mataram. Data itu, akan menjadi data base pemerintah dalam setiap pelaksanaan program di daerah. "Output-nya, kita bisa tahu jumlah penduduk, status ekonomi masyarakat, aktivitas penduduk, demografi, karakteristik dan lainnya," ujar Isa.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA