Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Menristek: Kuasai Teknologi Antariksa dan Penerbangan

Jumat 21 Feb 2020 23:08 WIB

Red: Hiru Muhammad

Pesawat Terbang CN235-220 Military Transport ditampilkan pada acara Ferry Flight di Hanggar Fixed Wing PTDI, Kota Bandung, Rabu (30/10). CN 235 merupakan slah satu pesawta yang diproduksi PT Dirgantarai Indonesia saat ini.

Pesawat Terbang CN235-220 Military Transport ditampilkan pada acara Ferry Flight di Hanggar Fixed Wing PTDI, Kota Bandung, Rabu (30/10). CN 235 merupakan slah satu pesawta yang diproduksi PT Dirgantarai Indonesia saat ini.

Foto: Abdan Syakura
Lapan diminta semakin meningkatkan kemampuan dan penguasaan kedua teknologi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengharapkan Indonesia untuk menguasai kemandirian teknologi keantariksaan dan penerbangan. 

"Saya harapkan ke depannya teknologi keantariksaan dan penerbangan ini terus dikuasai sehingga nanti Indonesia mandiri dalam alutsista untuk roket, kemudian mulai menunjukkan kemandirian dalam satelit bahkan kalau bisa sampai telekomunikasi dan kemudian juga mulai bisa menunjukkan kemandirian paling tidak untuk transportasi udara antardaerah di Indonesia," kata Menristek Bambang kepada wartawan saat mengunjungi Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/2).

Ia mendorong Lapan semakin meningkatkan kemampuan dan penguasaan teknologi di bidang penerbangan dan keantariksaan.

Dalam kunjungan ke fasilitas penelitian dan pengembangan Lapan, Menristek Bambang berpesan agar lembaga itu masuk dalam ranah yang lebih besar, yaitu penyelenggaraan antariksa, khususnya bandar antariksa internasional di Pulau Biak.

Dia juga menginginkan segera terwujud satelit konstelasi orbit rendah untuk komunikasi yang didesain oleh Lapan dan diluncurkan dari stasiun bumi Indonesia dengan roket buatan Lapan.

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan merupakan ekonomi ke-16 terbesar di dunia serta memiliki penduduk keempat terbesar di dunia harus menguasai teknologi yang terkait dengan angkasa luar. "Jadi kita tidak bisa membatasi hanya kepada teknologi yang selama ini kita lihat sehari-hari tetapi juga harus mengeksplor baik itu laut dalam sampai ke angkasa luar," ujarnya.

Indonesia juga harus terus mengembangkan kemampuan teknologi terkait dengan roket karena bagaimana pun roket salah satu aspek penting pertahanan.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA