Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Sabtu 22 Feb 2020 11:58 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Nashih Nashrullah

Pengunjung berjalan melewati kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina pada hari Ahad, (16/2), di Yokohama, dekat Tokyo.

Pengunjung berjalan melewati kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina pada hari Ahad, (16/2), di Yokohama, dekat Tokyo.

Foto: AP/Jae C Hong
Langkah evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess tengah Dibahas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah segera melakukan evakuasi WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess. 

Baca Juga

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menyampaikan persiapan teknis evakuasi saat ini masih dibahas kementerian/lembaga terkait dengan otoritas Jepang.

"Pemerintah segera melakukan evakuasi kemanusiaan tahap kedua dari Yokohama (Jepang) dalam waktu dekat," ujar Fadjroel kepada wartawan, Sabtu (22/2).

Pemberangkatan tim dari Indonesia untuk mengevakuasi ABK WNI itu pun masih dibahas lebih lanjut. 

Fadjroel menyampaikan, Presiden pun terus memantau kondisi terkini para WNI yang tengah berada di Jepang itu. Presiden juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempersiapkan evakuasi secara baik.

"Termasuk memerintahkan Kemenlu dan KBRI untuk terus memantau dan berkomunikasi dengan 78 WNI tersebut serta menyelesaikan semua prosedur evakuasi kemanusiaan tahap 2 dari Yokohama (Jepang) ke Indonesia kepada pihak Pemerintah dan otoritas lainnya di Jepang," ujarnya.

Sebanyak 78 WNI dilaporkan berada di kapal pesiar Diamond Princess, namun empat di antaranya dinyatakan positif terjangkit virus korona. Keempat WNI itupun telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Jepang sesuai dengan prosedur dari WHO.

Fadjroel mengatakan, proses evakuasi ini akan dikoordinir langsung oleh Menko Polhukam dan Menko PMK.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA